ADVERTISEMENT

Gonjang-ganjing BBM-Inflasi Naik, Leasing Mobil Harap Pasar Tetap Stabil

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 12 Agu 2022 21:29 WIB
PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan All New Toyota Veloz. MPV berjuluk mobil sejuta umat menarik perhatian pengunjung GIIAS 2021.
Ilustrasi penjualan mobil Foto: Dok. Toyota
Jakarta -

Harga BBM dan inflasi kian naik. Leasing kredit kendaraan bermotor roda empat berharap pasar semester dua tetap stabil.

Seperti diketahui Pemerintah bakal melakukan pembatasan bensin subsidi, di sisi lain harga Pertamax Turbo Cs juga sudah mengalami penyesuaian. Sementara inflasi di Indonesia per Juli 2022 sebesar 0,64% atau meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,61% (mtm). Secara tahunan (yoy), inflasi tembus 4,94% atau tertinggi sejak 2015 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), demikian seperti dikutip detikFinance

Project Director Astra Financial GIIAS 2022 Tan Chian Hok (Ahok) berharap pasar otomotif tetap stabil di tengah gonjang-ganjing kenaikan BBM dan inflasi. Sebab semester pertama penjualan otomotif masih berada di jalur positif.

"Secara total itu pasarnya naik juga semua. Di total di saya kurang lebih Rp 17 triliunan. Kemudian pak Agus (CEO Toyota Auto Finance) ada di sekitar Rp 13 triliunan. Kita total memang tahun ini sangat baik. Semua meningkat rata-rata meningkat 20 sampai 30 persen," ujar Ahok saat ditemui di Menara Astra, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022).

GIIAS diharapkan jadi momentum penjualan otomotif khususnya roda empat di Indonesia. Dalam catatan Astra Financial, tahun lalu bisa membukukan transaksi Rp 830 miliar khusus pameran di GIIAS Jakarta, sedangkan transaksi di GIIAS Surabaya mampu mencetak transkasi Rp 205 miliar.

Melihat potensi pasar yang kian tumbuh, Ahok menargetkan dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya pada GIIAS 2022, yakni menjadi Rp 2 triliun.

"Biasanya memang di semester 2 market meningkat. Makanya pelaksanaan GIIAS selalu ada di semester kedua. Kita harapkan, walaupun kita tahu ada gonjang-ganjing kenaikan suku bunga, inflasi, kenaikan BBM dan sebagainya," sambung dia.

"Kalau kita lihat dengan kondisi adanya situasi global dan sebagainya. Mestinya minimal semester 1 dan 2 perkiraan kita sama," jelas Ahok.

Dikutip detikFinance, Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan kondisi pertumbuhan ekonomi ini memang akan mempengaruhi daya beli. Menurut dia untuk daya beli ini dilihat dari angka inflasi inti yang saat ini berada di level 2,86%.

Menurut dia, inflasi inti masih moderat dan menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin bagus.

"Jadi inflasi inti tumbuh itu indikasi daya beli bagus, hanya saja jangan tumbuh terlalu tinggi. Kalau tumbuh terlalu tinggi, daya beli juga bisa merosot. Tapi kita di 2,86% itu masih moderat, ini yang menunjukkan daya beli kita bagus," imbuh dia.



Simak Video "Saling Dorong Mahasiswa Jambi dan Polisi saat Demo Tolak Kenaikan BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT