Suzuki Umumkan Gaet Baterai Lokal, Enggak Mau Kerjasama dengan Produsen Korsel?

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 23 Jun 2022 17:46 WIB
PT Suzuki Indomobil Sales resmi meluncurkan Ertiga Hybrid di Jakarta, Jumat (10/6). Mobil yang mengusung teknologi hybrid itu dijual dengan harganya yang cukup terjangkau.
Suzuki All New Ertiga Hybrid Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah mengumumkan tengah membangun kerjasama kepada partner lokal untuk bisa memproduksi baterai lokal. Suzuki tidak mau kerjasama dengan LG Chem untuk baterai kendaraan listrik nih?

"Kerjasama dengan LG Chem? Saya tidak ngomong secara merek dan nama pabrik baterainya, tapi kita sedang lokalisasi untuk baterai," ucap Donny Ismi Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), di batu, Malang, Jawa Timur, di sela-sela program Test Drive All New Suzuki Ertiga Hybrid.

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menuturkan Indonesia bakal kedatangan investor baru dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

"Kami sudah mendapatkan banyak proposal dari berbagai manufaktur termasuk ada industri yang berdiri sendiri yang ingin investasi baterai, tapi ada juga manufaktur otomotif sendiri yang akan memproduksi baterai jadi sudah banyak. Atas permintaan calon investor saya tidak bisa membuka siapa saja yang akan melakukan investasi," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di Jakarta Auto Week 2022, Selasa (15/3/2022).

Agus mengatakan perusahaan baru itu selain pembentukan holding BUMN baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) yang bekerjasama dengan produsen baterai dan kendaraan yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).

Seperti diketahui, pabrik baterai mobil listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik sudah mulai melakukan peletakan batu pertama akhir Juli 2021.

PT Suzuki Indomobil Sales resmi meluncurkan Ertiga Hybrid di Jakarta, Jumat (10/6). Mobil yang mengusung teknologi hybrid itu dijual dengan harganya yang cukup terjangkau.PT Suzuki Indomobil Sales resmi meluncurkan Ertiga Hybrid di Jakarta, Jumat (10/6). Mobil yang mengusung teknologi hybrid itu dijual dengan harganya yang cukup terjangkau. Foto: Pradita Utama

"Seperti waktu saya menyampaikan bahwa akan ada ekspor perdana ke Australia. Teman teman media tanya apa jenisnya mobilnya saya tutup mulut, tunggu tanggal waktunya, tapi kan itu pasti terjadi," ujar Agus.

"Ini saya sampaikan pasti terjadi selain beberapa perusahaan yang kita ketahui seperti CATL, LG dan sebagainya yang akan memulai produksi baterai tapi juga ada produsen bahkan perusahaan otomotif itu sendiri yang investasi bekerja sama dengan industri baterai," tambah dia.

Seperti diketahui perusahaan perakit iPhone dari Taiwan, yaitu Foxconn akan menjadi pemain baru dalam industri mobil listrik di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman perjanjian investasi pada awal Januari 2022 lalu.

Foxconn sebelumnya dikenal sebagai perusahaan perakit handphone iPhone. Perusahaan asal Taiwan ini resmi investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Foxconn akan berinvestasi dalam industri kendaraan listrik Tanah Air.

"Awal bulan kami sudah tandatangan MoU dengan Foxconn. Jadi Foxconn akan masuk di batang," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1) lalu.

Berdasarkan bahan paparan Bahlil, kerjasama Foxconn untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia itu memiliki nilai investasi sebesar US$ 8 miliar atau setara Rp 114,57 triliun (kurs Rp 14.321).

"Foxconn: industri baterai listrik, industri kendaraan listrik (roda 4, roda 2, e-bus) dan industri pendukung (termasuk charging station, R&D dan training) US$ 8 miliar," demikian penjelasan paparan tersebut.



Simak Video "Mobil Terlaris di Mei 2022: Toyota Masih Raja, Hyundai Salip Wuling"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)