Biar Harganya Nggak Anjlok Saat Dijual Lagi, Jangan Pilih Mobil Ini!

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 20 Jun 2022 11:07 WIB
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit.
Mobil bekas (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Saat membeli mobil baru, tentu konsumen juga berhak memilih warna yang disukai. Namun, banyak masyarakat yang berpendapat pemilihan warna akan berpengaruh pada harga saat mobil akan dijual kembali. Benarkah seperti itu?

Maka jangan heran, banyak masyarakat yang akhirnya memilih warna eksterior mobil dengan pilihan warna dasar, seperti hitam atau putih. Alasannya jika memilih warna cerah justru membuat mobil susah laku dijual kembali.

Dilansir Motor1, untuk menjawab hal tersebut akhirnya sebuah perusahaan iSeeCars melakukan penelitian terhadap 650.000 penjual mobil bekas. Dalam penelitiannya, perusahaan mencari mobil bekas berusia tiga tahun untuk menentukan apakah warna cat bisa mempengaruhi nilai jual mobil.

Dari penelitian itu ditemukan bahwa warna kuning merupakan salah satu warna terbaik pada mobil jika ingin dijual kembali. Nilai jual mobil bekas berkelir kuning hanya turun sebesar 4,5% jika dibandingkan warna lainnya.

"Kuning adalah salah satu warna mobil yang paling tidak populer dengan pangsa kendaraan terendah dan umumnya warna untuk mobil sport serta kendaraan bervolume rendah lainnya yang memiliki nilai relatif baik," kata iSeeCars Executive Analyst, Karl Brauer.

"Karena kendaraan kuning sangat baru di pasar mobil bekas, jadi orang-orang bersedia membayar mahal untuk warna tersebut," jelasnya.

Tak disangka, warna oranye berada di urutan kedua sebagai kelir terbaik pada mobil apabila dijual kembali. Nilai jualnya turun sebesar 10,7% saja. Hal ini tak lepas dari warna oranye yang sering kali digunakan pada mobil sport atau muscle car, selain itu ada juga sejumlah mobil edisi spesial yang mengusung kelir oranye.

Lantas, apa warna mobil yang sebaiknya dihindari karena jika dijual nilainya akan merosot besar? Pertama adalah warna putih di mana nilai jualnya berkurang 15,5%. Lalu ada warna hitam mencapai 16,1%, kemudian di urutan ketiga ada kelir emas 16,7%, serta terakhir warna coklat pada 17,8%.

Banyak konsumen yang sengaja memilih kelir hitam dan putih sehingga menjadi sangat umum di pasaran, alhasil tidak begitu menonjol di pasar mobil bekas.

Selain itu, sebaiknya jangan pilih mobil warna emas dan coklat. Kedua warna tersebut memang sangat jarang ditemukan, namun kedua kelir tersebut juga jarang diminati oleh calon pembeli mobil bekas.

Menariknya, warna cerah seperti ungu, merah, hijau, dan biru mampu mempertahankan nilai jual sehingga harganya tidak terlalu menyusut jika dijual lagi. Bahkan jika dibandingkan dengan kelir hitam, putih, dan abu-abu nilainya masih lebih baik daripada rata-rata yakni 14%.

"Nilai jual warna merah, hijau, dan biru sedikit lebih baik daripada rata-rata karena mereka tampil lebih baru daripada warna grayscale, sehingga memungkinkan pemilik mobil terlihat menonjol di jalan raya tanpa harus memilih warna yang mencolok dan tidak jelas," ujar Brauer.

Dari data tersebut ditemukan bahwa tak semua warna dasar mobil akan mengangkat harga jual mobil bekas. Bahkan, lebih baik calon konsumen mencari warna yang cerah agar tidak terlihat membosankan dan punya nilai jual lebih besar di pasar mobil bekas. Tapi kembali lagi, pilihan warna tergantung selera masing-masing konsumen.



Simak Video "Sabar! Dua Tahun Lagi Mobil Listrik Bekas Banyak & Bisa Dibeli"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)