ADVERTISEMENT

Hyundai: Mobil Hybrid Bukan Solusi Tepat untuk Kendaraan Bebas Emisi

M Luthfi Andika - detikOto
Senin, 13 Jun 2022 07:34 WIB
Jakarta -

Bicara mobil ramah lingkungan saat ini memang banyak pilihannya, karena yang menjadi tujuannya ialah zero emission atau melahirkan kendaraan bebas emisi. Wajar jika pilihan Hybrid, plug-in hybrid, kendaraan listrik, hingga kendaraan tenaga matahari bermunculan.

Hyundai berpendapat kendaraan ramah lingkungan yang benar-benar bersih atau bebas emisi gas buang hanya dimiliki kendaraan listrik. Demikian disampaikan Executive Vice President and Head of Customer Experience Division Hyundai Motor, Thomas Schemera.

"Jika kita bicara kendaraan ramah lingkungan, plug-in hybrid, hybrid, itu tidak akan pernah benar-benar menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Karena memiliki perbedaan kapasitas batetai, dan saat berkendara hingga 50 km lalu baterai habis, kendaraan tersebut akan kembali menggunakan ICE engine (mesin konvensional), ini bukan solusi yang tepat," ujar Thomas.

Thomas menambahkan jika memang menginginkan kendaraan ramah lingkungan yang bebas emisi gas buang, jawabannya hanyalah kendaraan listrik.

Mobil listrik Ioniq 5 berada di kawasan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) atau sirkuit Formula E.Mobil listrik Ioniq 5 berada di kawasan Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) atau sirkuit Formula E. Foto: Pradita Utama

"Sehingga menurut saya, ke depannya kendaraan listrik akan menjadi populer (karena kendaraan ramah lingkungan), dan kendaraan konvensional (kendaraan yang masih menggunakan mesin bakar) akan menjadi masa lalu di masa mendatang," ucap Thomas.

Thomas pun meyakini bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara yang banyak menggunakan mobil listrik untuk beraktivitas sehari-hari.

"Kita bisa lihat 5-8 tahun ke belakang, market di Amerika Serikat itu sangat lambat, begitu juga dengan di Korea Selatan, tapi jika kalian tanya kami, bagaimana nasib mobil listrik di masa depan? Saya rasa kita tidak pernah tahu bagaimana inovasi teknologi akan hadir di masa depan, bagaimana teknologi kendaraan listrik menjadi solusi," Thomas berkata.

"Namun kami yakin dengan fuel cell teknologi semuanya akan menjadi lebih baik, dan ini menjadi strategi kami untuk bisa melahirkan kendaraan smart mobility dan menjadi bagian dari smart city diseluruh seluruh dunia, menjadi energi solution," tutup Thomas.

(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT