Gara-gara Cuitan, Hyundai Terancam Diboikot di India

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 13 Feb 2022 09:05 WIB
Logo Hyundai
Ilustrasi logo Hyundai Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Hyundai tengah menghadapi masalah di India. Banyak warganet yang menyuarakan boikot terhadap brand otomotif asal Korea Selatan itu. Apa sebabnya?

Dikutip dari CNN, dealer Hyundai Pakistan mencuit dukungan terhadap Hari Solidaritas Kashmir pada Sabtu (5/2/2022) lalu. Perayaan ini diperingati setiap tanggal 5 Februari di Pakistan.

Cuitan tersebut menyatakan dukungan untuk pro-separatis di Kashmir. Postingan tersebut dilaporkan sudah dihapus, menyusul kemarahan dari pengguna India di media sosial.

"Mari kita mengingat pengorbanan saudara-saudara kita di Kashmir dan berdiri untuk mendukung saat mereka terus berjuang untuk kebebasan," tulis postingan dalam screenshot.

Sekedar informasi, kedua negara ini memiliki masalah geopolitik yang kompleks. Dalam sejarahnya India dan Pakistan telah 69 tahun berkonflik di Kashmir, sejak kedua negara tersebut merdeka.

Hyundai India juga sudah mengeluarkan pernyataan. Perusahaan tersebut tidak berkomentar terhadap permasalahan politik atau agama di wilayah mana pun.

Hyundai adalah penjual mobil terbesar kedua di India setelah Maruti Suzuki, dengan menjual hampir setengah juta kendaraan di negara itu pada tahun fiskal terakhir. Hyundai juga sudah mengekspor lebih dari satu juta unit, menjadikannya salah satu pengekspor mobil terbesar di India.

Hyundai Motor India Limited (HMIL), didirikan pada tahun 1996, adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Hyundai Motor Company yang berkantor pusat di Korea Selatan. Sedangkan Hyundai Pakistan atau Hyundai Nishat Motor Private Limited adalah perusahaan patungan antara Hyundai Motor Company dan Nishat Mills, yang merupakan perakit dan produsen resmi kendaraan pembuat mobil Korea Selatan di pasar Pakistan.

"India menyambut baik investasi oleh perusahaan asing di berbagai sektor," kata juru bicara kementerian luar negeri India Arindam Bagchi dalam pernyataannya.

"Namun, diharapkan juga perusahaan tersebut atau afiliasinya akan menahan diri dari komentar palsu dan menyesatkan tentang masalah kedaulatan dan integritas teritorial," tambah dia.

Ratusan orang di media sosial menuntut perusahaan itu meminta maaf karena tidak peka terhadap isu di India. Sementara yang lain mengatakan mereka membatalkan sudah pesanan mobil.

Pengguna Twitter di India juga sempat menyerukan suara boikot di masa lalu, berusaha untuk memboikot barang-barang China pada tahun 2020 setelah bentrokan perbatasan antara dua raksasa Asia.



Simak Video "Kecelakaan Gegara Jalan Tol Rusak, Pengendara Bisa Tuntut Ganti Rugi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)