ADVERTISEMENT

Penjualan Toyota Vios Melejit! Naik 340% Berkat Diskon PPnBM

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 22 Des 2021 21:26 WIB
New Toyota Vios 2018
Toyota Vios. Foto: Dok. Toyota
Jakarta -

Insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah) untuk mobil baru berdampak sangat besar terhadap industri otomotif nasional. Buktinya, mobil sedan seperti Toyota Vios yang biasanya sepi peminat, kini penjualannya meroket dengan kenaikan mencapai 340%.

Sejak Maret 2021, pemerintah menerbitkan program PPnBM DTP alias diskon PPnBM 100% untuk pembelian mobil baru. Program ini berlaku bagi mobil yang diproduksi di Indonesia dengan kapasitas mesin tertentu dan memiliki kandungan lokal (local purchase) 70%. Kebijakan ini diterapkan untuk membangkitkan industri otomotif Indonesia yang babak belur terkena dampak pandemi COVID-19 pada 2020 lalu.

Sedianya program ini diberlakukan per 3 bulan untuk kemudian dievaluasi. Tapi berjalannya waktu, program diskon PPnBM 100% ini terus diperpanjang hingga Desember 2021. Pabrikan pun sangat merasakan manfaat relaksasi ini.

Misalnya seperti Toyota, merek-merek andalannya mengalami peningkatan penjualan cukup signifikan. Bahkan model-model mobil yang jarang dilirik seperti sedan Vios, kenaikan penjualannya mencapai lebih dari 300%.

"Kita sangat apresiasi, support pemerintah tahun ini dengan adanya insentif PPnBM saya rasa sudah sangat terbukti bisa mendukung industri otomotif nasional. Saya juga lihat data produk-produk yang diberikan insentif PPnBM ini penjualannya sangat melesat naik," terang Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy dalam acara Toyota Media Gathering 2021 secara virtual (21/12/2021).

"Saya berikan contoh, model-model seperti Rush, Avanza, Veloz, ini kenaikannya sangat tinggi. Rata-rata kalau Avanza-Veloz digabung ini bisa mencapai 70-80%, kalau Rush 90%, kalau Vios itu bahkan 340%, walau volume-nya kecil tapi ini kenaikan yang luar biasa. Jadi dengan adanya insentif ini kami yakin banyak benefit yang kita bisa dapatkan, baik dari industri otomotif, maupun ekonomi secara nasional," sambung Anton.

Menjelang berakhirnya program PPnBM DTP pada Desember 2021 dan munculnya wacana mempermanenkan program PPnBM DTP dengan syarat-syarat tertentu, Anton turut mendukung kebijakan tersebut.

"Jadi saya rasa wacana untuk memperpanjang insentif PPnBM saya rasa wajar-wajar saja untuk menjadi salah satu opsi untuk mendukung industri otomotif ke depannya," bilangnya.

"Detailnya masih kita tunggu, finalisasi atau formalisasi dari aturannya sendiri. Saya dengar teman-teman di Gaikindo juga sedang berdiskusi dengan pemerintah, bagaimana opsi-opsi terbaik, misal dengan menggunakan varian 80% local purchase-kah, apakah 70% local purchase-kah."

"Dan bagaimana syarat-syarat detail dari aturan ini, karena saya dengar salah satu opsinya menjadi permanen. Kita tunggu, dan mudah-mudahan nanti ini bisa seterusnya, jadi sifatnya tidak ad hoc gitu ya. Dan juga pastinya tidak lupa mendukung hal-hal lain yang sesuai harapan pemerintah, yaitu produk-produk elektrifikasi, termasuk hybrid, plug-in hybrid, dan BEV. Jangan lupa juga LCGC, salah satu produk lokal yang saya rasa sangat mendukung industri otomotif nasional dan rendah emisi," tukasnya.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT