Tahun Depan Mobil Hybrid Toyota Diproduksi di Indonesia, Bagaimana Persiapannya?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 22 Des 2021 13:40 WIB
Toyota Raize Hybrid
Ilustrasi mobil hybrid Toyota Raize. Foto: Dok. Toyota
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai buktinya, telah diterbitkan beberapa aturan kebijakan untuk memudahkan pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, baik di masa kini maupun masa depan.

"Kita juga mendorong untuk produksi mobil listrik, produksi mobil hybrid, tetapi sekali lagi, yang semuanya harus ramah lingkungan," kata Jokowi di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, November lalu.

Director of Administration and External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menyambut positif dukungan dari pemerintah terkait mobil listrik di Indonesia. Menurut Bob, tujuan utama pengembangan kendaraan ramah lingkungan adalah untuk mencapai tujuan nol emisi.

"Saya rasa apa yang disampaikan pemerintah itu tepat sekali ya. Bahwa dalam rangka menurunkan emisi, kita menyiapkan semua opsi dari teknologi yang ada, mulai mobil hidrogen, baterai, plug-in hybrid, hybrid, kemudian juga flexy engine. Semua opsi kita siapkan karena customer Toyota itu tersebar dari negara-negara maju sampai negara-negara berkembang. Tinggal nanti konsumen memilih mana yang sesuai preferensi mereka," kata Bob dalam acara Toyota Media Gathering 2021 secara virtual, Selasa (21/12/2021).

"Kita mulai meng-consider (mempertimbangkan) menggunakan energi-energi yang memang Indonesia kuat, seperti biodiesel. Segala opsi teknologi harus dibuka dan saya lihat pemerintah juga mengarah ke sana, sehingga kita bisa mengoptimalkan teknologi yang ada untuk mengurangi emisi," sambungnya.

Lanjut Bob menambahkan, Indonesia tetap bisa menjadi salah satu pemain besar dalam rantai pasok global Toyota. Kendati tren industri sedang menuju perubahan dari arah mobil konvensional ke mobil listrik, Indonesia bisa mengambil kesempatan itu.

"Yang menjadi musuh utama kita adalah emisi, jadi bukan teknologinya. Jadi banyak salah kaprah seolah-olah teknologinya yang menjadi masalah, tetapi sebenarnya emisinya. Kita sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara bersama Thailand, kita juga ingin tetap mempertahankan posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara, bahkan di global supply chain, sekalipun nanti kita akan bertransformasi ke elektrifikasi. Saya yakin dengan dukungan pemerintah dan stakeholder yang ada, Indonesia tetap bisa menjadi pemain utama," kata Bob lagi.

Sebagai tindak lanjut, TMMIN sebagai produsen mobil Toyota di Indonesia akan memproduksi kendaraan HEV (Hybrid Electric Vehicles) secara lokal mulai 2022 untuk pasar domestik dan ekspor, sambil terus melihat kesempatan untuk memperluas produksi lokal kendaraan berteknologi elektrifikasi lainnya.

"Kebijakan-kebijakan sudah mulai diluncurkan pemerintah. Dan tahun depan kita sudah mulai creating demand dan parallel kita juga siapkan SDM (Sumber Daya Manusia) kita. Jadi kita sudah menjalin kerja sama dengan 7 universitas untuk melakukan riset-riset, evaluasi terhadap teknologi kendaraan baterai, kemudian teknologi elektrifikasi yang lain. Jadi harapannya bisa siap," terang Bob.

Saat ini PT Toyota-Astra Motor (TAM) tercatat sudah memiliki beberapa model mobil hybrid yang dipasarkan di Indonesia. Antara lain Corolla Cross Hybrid, Corolla Altis Hybrid, C-HR Hybrid, dan juga Camry Hybrid. Toyota juga memiliki mobil listrik dalam wujud mobil mewah Lexus, yakni UX 300e dan UX 250h.

(lua/lth)