ADVERTISEMENT

Ekspedisi 3.000 Km

Fitur Wuling Almaz RS Ini Bikin Road Trip Jadi Enggak Capek

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 01 Des 2021 15:37 WIB
Jakarta -

Wuling Almaz RS dibekali berbagai fitur canggih. Bahkan, jarang ada mobil di kelasnya yang punya fitur canggih ini. Fitur-fitur itu sangat membantu kami dalam melakukan perjalanan ekspedisi 3.000 km dari Jakarta hingga ke Bali.

Kali ini, detikOto bersama tim detikTravel, dan detikFood melakukan road trip dari Jakarta ke Bali dan kembali ke Jakarta sejauh lebih dari 3.000 km. Total jarak yang kami tempuh dalam road trip Ekspedisi 3.000 Km bersama Wuling Almaz RS ini mencapai 3.139 km. Lebih jauh karena kami tidak langsung menuju Bali lewat jalan tol.

Road trip 3.000 km bersama Wuling Almaz RS dilakukan selama 9 hari. Perjalanan dimulai dari Gedung Transmedia di Mampang, Jakarta Selatan, menuju Yogyakarta. Dari Yogyakarta menuju Banyuwangi, lalu menyeberang ke Bali. Di Bali, kami mengeksplorasi lokasi wisata dan sajian kuliner di wilayah utara Bali. Beberapa lokasi wisata di utara Pulau Bali di antaranya Air Terjun Gitgit di Buleleng, Desa Wisata Les, Savana Tianyar, hingga Pantai Lovina.

Dalam perjalanan jauh kali ini, kami sekaligus menguji fitur-fitur canggih di Wuling Almaz RS. Di antaranya adalah fitur-fitur Internet of Vehicle (IoV) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Wuling mengemas fitur-fitur itu dalam paket teknologi Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) yang terdiri dari Internet of Vehicle (IoV) serta Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Untuk Internet of Vehicle, terdapat fitur berupa Vehicle Positioning yang menampilkan lokasi terkini kendaraan pada smartphone, Vehicle Remote Control yaitu kendali jarak jauh melalui smartphone untuk memanaskan mesin sekaligus mendinginkan kabin, serta membuka-tutup jendela dan kunci pintu, Geo-Fencing Security untuk memasang 'pagar elektronik' dengan radius tertentu di sekitar kendaraan (jika mobil keluar dari radius yang ditetapkan, notifikasi akan dikirimkan ke smartphone pengguna), Bluetooth Key untuk membuka dan menutup kunci kendaraan melalui koneksi Bluetooth dari smartphone, serta Online Navigation, Online Music, dan Internet Messaging App (Pengendara dapat melihat navigasi, memutar musik favorit, ataupun berkirim pesan melalui headunit. Fungsi ini juga didukung oleh perintah suara berbahasa Indonesia (WIND) sehingga konsentrasi selama berkendara dapat selalu terjaga.)

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Melalui fitur IoV tersebut, kami tidak merasa khawatir soal keamanan mobil ini. Ketika menyeberang dari Banyuwangi ke Bali dan sebaliknya, saat mobil diparkir di kapal sementara kami di tempat penumpang di bagian atas, kami bisa mengecek apakah mobil sudah terkunci, dan memastikan jendela tertutup rapat.

Sesekali juga kami manfaatkan fitur Vehicle Remote Control saat mobil diparkir di tempat terbuka yang panas. Ketika ingin melanjutkan perjalanan, sebelum masuk kabin kami nyalakan dulu mesin dan AC agar tidak terlalu panas.

Fitur lainnya yang memanjakan dalam perjalanan jauh ini adalah Advanced Driver Assistance System (ADAS). Apa saja isi paket ADAS itu?

Simak halaman berikutnya >>>

Kategori: Adaptive Cruise

1. Adaptive Cruise Control (ACC): Secara otomatis menyesuaikan kecepatan jelajah dengan kecepatan kendaraan di depannya sekaligus menjaga jarak aman. Fitur bekerja pada kecepatan 0-150 km/jam.

2. Bend Cruise Assistance (BCA): Mengurangi kecepatan secara otomatis ketika kendaraan memasuki tikungan. Fitur bekerja pada kecepatan 0-150 km/jam.

3. Traffic Jam Assistance (TJA)-Intelligent Cruise Assistance (ICA): Membantu menjaga jarak aman dalam kondisi lalu lintas padat maupun lancar. Fitur bekerja pada kecepatan 60-150 km/jam.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Kategori: Lane Recognition

4. Lane Departure Warning (LDW): Memberikan peringatan ketika kendaraan keluar lajur tanpa dikehendaki. Fitur bekerja di kecepatan 60-180 km/jam.

5. Lane Keeping Assistance (LKA): Secara otomatis mengoreksi arah kemudi untuk kembali ke lajur yang aman. Fitur bekerja pada kecepatan 10-180 km/jam.

Kategori: Safe Distance & Braking Assistance

6. Safe Distance Warning (SDW): Memberikan peringatan ketika kendaraan di depan berada di bawah jarak aman. Fitur bekerja pada kecepatan 65-150 km/jam.

7. Forward Collision Warning (FCW): Mendeteksi adanya potensi tabrakan depan dan memberikan ragam peringatan berupa suara, tampilan visual, atau rem sekejap yang disesuaikan dengan tingkat bahayanya. Fitur bekerja pada kecepatan 30-150 km/jam.

8. Automatic Emergency Braking (AEB): Jika pengemudi tidak merespon peringatan bahaya tabrakan yang terdeteksi, maka sistem akan secara otomatis melakukan pengereman darurat. Fitur bekerja pada kecepatan 7-150 km/jam.

9. Intelligent Hydraulic Braking Assistance (IHBA): Menyesuaikan besarnya gaya pengereman secara otomatis sesuai risiko bahaya jika gaya injak rem pengemudi tidak mencukupi. Fitur bekerja pada kecepatan 7-150 km/jam.

10. Collision Mitigation System (CMS): Jika tabrakan tetap terjadi akibat kecepatan terlalu tinggi atau kejadiannya terlalu mendadak, maka sistem ini akan memaksimalkan pengurangan kecepatan, sehingga mengurangi keparahan cedera atau kerusakan akibat tabrakan. Fitur bekerja pada kecepatan 7-150 km/jam.

Kategori: Automatic Light

11. Intelligent Head Beam Assistance (IHMA): Kendaraan secara otomatis akan menyesuaikan ketinggian cahaya lampu utama sesuai dengan kondisi pencahayaan lingkungan sekitar. Fitur bekerja di atas kecepatan 30 km/jam.

Kami mencoba beberapa fitur di atas seperti Adaptive Cruise Control. Dengan fitur tersebut, mobil bisa ngegas dan ngerem secara otomatis mengikuti kecepatan kendaraan di depan. Kami tinggal mengatur jarak yang aman dengan kendaraan di depan melalui sebuah tombol Adaptive Cruise Control di setir. Jadi, berkendara jarak jauh pun tak terlalu capek untuk mengatur kecepatan dengan gas/rem.

Fitur AAC ini ditunjang pula oleh LKA. LKA ini membuat mobil tetap melaju di lajurnya. Kami manfaatkan fitur ini di jalan tol. Mobil serasa jalan sendiri dan berbelok sendiri.

Saat melalui kemacetan pun kami manfaatkan fitur Traffic Jam Assist. Mobil secara otomatis akan ngegas saat membaca kendaraan di depannya melaju setelah berhenti karena macet. Sopir cukup menyentuh pedal gas sedikit dan mobil akan melaju mengikuti mobil di depan.

Tapi perlu diperhatikan, Wuling Almaz RS ini bukanlah mobil otonom yang bisa sepenuhnya ditinggalkan pengemudi. Sopir tetap harus memantau sistem tersebut dan tetap memegang setir. Beberapa kali sistem juga akan meminta sopir untuk memegang setir kalau terbaca setir tidak ada yang memegangnya.

Yang juga membantu selama perjalanan adalah Intelligent Head Beam Assistance (IHMA) terutama saat perjalanan di malam hari yang minim penerangan. Lampu mobil secara otomatis akan menyorot jauh dengan highbeam saat mendeteksi kondisi jalan gelap. Ketika membaca ada kendaraan dari arah berlawanan, secara otomatis pula lampu itu berganti ke low beam. Hal ini diperlukan untuk keamanan kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga tidak silau melihat lampu highbeam dari kendaraan kita.

(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT