Ban Tanpa Udara Michelin Dijual Mulai 2024, Ini Keunggulannya

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 11 Okt 2021 10:23 WIB
Jakarta -

Michelin memperkenalkan teknologi ban tanpa udara pada 2019 lalu. Setelah penelitian dan pengembangan selama lima tahun, Michelin siap menjual ban tanpa udara itu pada 2024 nanti.

Produsen ban asal Prancis telah memperkenalkan jenis ban baru yang menghilangkan masalah ban kempis atau pecah. Ban itu disebut Uptis atau Unique Puncture-proof Tyre System. Ban tanpa udara ini menggunakan konstruksi khusus, dengan bentuk jari-jari yang kebal terhadap tusukan dan kerusakan.

Michelin telah bekerja sama dengan General Motors (GM) dan beberapa produsen mobil lainnya untuk membuat Uptis siap digunakan pelanggan. Di ajang International Motor Show Germany (IAA) tahun ini, Michelin mengumumkan akan memasarkan ban Uptis pada tahun 2024.

Di pameran itu, Michelin juga mendemonstrasikan penggunaan ban Uptis di mobil Mini Electric. Pengunjung pameran yang beruntung dapat melihat dan merasakan sendiri ban tanpa udara tersebut. Lalu seperti apa ya rasanya?

Michelin mengklaim bahwa penumpang yang telah mencoba ban Uptis tersebut mengatakan bahwa mereka tidak merasakan perbedaan antara ban standar dan ban tanpa udara. Artinya, rasa berkendaranya sama saja.

"Itu adalah pengalaman luar biasa bagi kami, dan kepuasan terbesar kami datang di akhir demonstrasi ketika penumpang kami, yang sedikit waspada pada awalnya, mengatakan bahwa mereka tidak merasakan perbedaan dibandingkan dengan ban konvensional, "kata Cyrille Roget, Michelin Group Technical and Scientific Communication Director.

Sebagai informasi, Michelin Uptis menggunakan bahan aluminium dengan struktur penahan beban terbuat dari plastik yang diperkuat serat karbon (CFRP). Komponen ini juga meliputi komposit karet fleksibel dan jari-jari yang dapat dideformasi. Ban tanpa udara ini diklaim anti bocor dan akan cocok dipakai di pelek jenis apapun dan merek apapun.

Michelin juga mengklaim bahwa ban Uptis akan lebih ramah lingkungan, karena menggunakan lebih sedikit bahan baku, dan lebih tahan lama. Menurut survei internal, sekitar 20% dari semua ban dibuang sebelum waktunya setiap tahun karena kempes dan keausan yang tidak teratur. Secara total, sekitar 200 juta ban terbuang per tahun.

(lua/riar)