Surprise! Mobil Mungil Honda e Mendarat di Asia Tenggara

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 08 Okt 2021 08:47 WIB
Jakarta -

Mobil listrik Honda e rumornya tidak akan dijual di luar pasar Eropa dan Jepang, tapi mobil berkapasitas empat penumpang ini sudah mendarat di Malaysia, Asia Tenggara.

Honda e merupakan mobil listrik pertama Honda yang diproduksi dan dijual secara masal. Namun pemasaran resminya baru di wilayah Jepang dan Eropa.

Ya, Honda e yang masuk ke pasar Malaysia tidak masuk resmi melalui Agen Pemegang Merek (APM) Honda, melainkan diimpor oleh Weststar Motors.

Dikutip Paultan.org, Kamis (7/10/2021) Westars Motors sudah mengirim satu unit. Varian yang dijual ialah versi Advance, motor listrik yang sedikit lebih bertenaga yaitu 154 PS dan 315 Nm. Varian reguler, non-Advance dari Honda e menghasilkan 136 PS dan 315 Nm.

Honda e juga dapat melakukan pengisian daya cepat yang mana dapat terisi sampai 80 persen dalam waktu 30 menit saja. Sementara spesifikasi mesinnya, Honda e ini disokong dengan baterai lithium-ion berkapasitas 35,5 kWh. Di atas kertas, mobil mungil ini bisa melaju sejauh 220 kilometer.

Sedangkan untuk melesat dari titik nol hingga 100 km/jam kurang dari 10 detik. Honda e ini paling cepat bisa melesat 90 mph atau sekitar 145 km/jam.

Soal harga, Honda e yang dijual tercantum RM 210 ribu atau sekitar Rp 712 jutaan.

Honda e di Indonesia

Sinyal kehadiran Honda e di Indonesia terlihat dalam paten desain dalam pangkalan data kekayaan intelektual Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia. Honda e terdaftar dengan nomor perlindungan A00201901438 uang didaftarkan atas nama pemegang Honda Motor Co, Ltd.

Dugaan Honda e semakin kuat saat pendesainnya atas nama Ken Sahara. Pria tersebut juga diketahui sebagai Senior Exterior Designer dari Honda e.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan pihaknya melihat mobil listrik memiliki potensi di Indonesia.

"Yang tentunya juga terkait dengan kesiapan konsumen, regulasi dan infrastruktur yang mendukung elektrifikasi ini," kata Billy kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Ditanya mengenai kapan mobil listrik Honda meluncur di Indonesia, Billy menyebut pihaknya masih mempelajarinya. Menurutnya, Honda sendiri memiliki beberapa opsi mobil elektrifikasi untuk diperkenalkan di Indonesia.

"Kami terus mempelajari berbagai regulasi dan kebutuhan konsumen agar dapat menentukan teknologi yang paling sesuai untuk Indonesia," ucapnya.

(riar/lth)