Diskon PPnBM 100% Diperpanjang, Pedagang Mobil Bekas Menjerit

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 17 Sep 2021 13:34 WIB
Jakarta -

Pedagang mobil bekas yang kini sedang merangkak keluar dari sulitnya penjualan di masa PPKM Darurat, harus kembali menghela nafas. Soalnya, pemerintah dipastikan memperpanjang masa diskon PPnBM 100% hingga Desember 2021.

Tony pemilik dealer mobil bekas dan pengelola Gading Auto Centre mengaku kondisi ini jelas membuat roda perputaran bisnis mobil bekas menjadi sulit.

"Kemarin pas PPKM kita harus tutup dealer-nya dan penjualan anjlok sampai 50% karena cuma andalkan online saja. Terus sekarang ada perpanjangan diskon PPnBM 100% seperti ini, jelas kondisi yang berat bagi dealer mobil bekas," papar Tony kepada detikOto, Jumat (17/9/21).

Menurut Tony, saat ini orang jelas lebih memilih membeli mobil baru ketimbang mobil bekas tahun muda yang harganya tidak jauh berbeda. Tony juga terpaksa mengoreksi harga jual mobil bekasnya hingga menjual di bawah harga modal.

"Pasti harus kita koreksi harganya. Nggak mungkin kita jual dengan selisih harga yang mirip sama mobil baru. Terpaksa kita jual di bawah harga modal, supaya keluar dulu stoknya dan kita jualan stok lain," ujar Tony.

"Sekarang yang lumayan tinggi koreksi harganya itu Toyota Innova Reborn di atas tahun 2016. Harga bekasnya sekarang mirip sama harga baru yang dapat diskon PPnBM. Mau nggak mau, kita turunin harga," ujar Tony.

Dealer mobil bekas yang dimiliki oleh Tony, tercatat memiliki berbagai segmentasi mobil dari mulai mobil harian hingga mobil mewah. Namun Tony masih mengandalkan mobil harian sebagai dagangan terlarisnya dan relaksasi PPnBM ini jelas menyerang segmentasi itu.

"Sekarang sih jujur saya pribadi takut untuk jualan mobil tahun muda. Sekarang jual mobil tahun 2019 aja harganya bisa mepet sama harga mobil barunya," ujar Tony.

Senada, Agustinus pemilik dealer Focus Motor juga merasa adanya diskon PPnBM ini jelas membuat sulit penjualan mobil bekas. Menurutnya bahkan kombinasi antara pandemi dan isu diskon PPnBM ini adalah momen terberat selama puluhan tahun dia berbisnis.

"Contohnya untuk Pajero aja. Misalnya harga bekas untuk tahun 2019 nya di angka Rp 450 juta, sedangkan harga mobil barunya (karena diskon PPnBM) jadi Rp 420 juta. Ya jelas orang beli mobil baru lah. Nah ini, stok kita mau nggak mau harus turun harganya. Berarti ya harus jual di bawah harga modal kan," papar Agustinus.

Baik Tony maupun Agustinus, keduanya memastikan bahwa saat ini yang dealer mobil bekas butuhkan adalah kejelasan aturan. Mereka berharap, pemerintah dapat lebih jelas dalam memberikan aturan beserta jangka waktu pelaksanaannya.

"Harusnya lebih jelas yah, jangan naik-turun kayak sekarang. Tetapkan aja, misalnya mau diskon full dan sampai kapan waktunya. Jadi kita juga bisa lebih tepat dalam berstrategi," papar Tony.

(mhg/din)