Maaf Ferrari, Lamborghini Klaim Mobilnya Lebih Diincar Anak Muda

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 05 Agu 2021 17:55 WIB
Penantian mobil Sport Utility Vehicle (SUV) Lamborghini Urus hadir di Indonesia terbayar tuntas. SUV banteng Italia ini resmi mendarat di markas baru, Pacific Place, Jakarta.
Lamborghini klaim produknya lebih diincar anak muda ketimbang Ferrari Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Dua pabrikan mobil sport mewah Italia, Lamborghini dan Ferrari merupakan merek yang berkompetisi sejak lama. CEO Volkswagen (VW) Group Herbert Diess menyebut Lamborghini lebih diincar anak muda ketimbang rivalnya, Ferrari.

Seperti diketahui Lamborghini saat ini masuk dalam naungan payung VW Group. Menurut Herbert Diess, produk Lamborghini saat ini lebih luas, dan cocok untuk kebutuhan anak muda.

Misalnya saja, Lamborghini Urus yang bertarung di segmen SUV, model ini memang tengah menjadi tren di dunia. Urus juga menjadi salah satu tulang punggung penjualan Lamborghini.

Sementara rivalnya, belum jelas kapan akan merilis produk serupa. Adapun Ferrari saat ini juga tengah menyiapkan segmen model tersebut, lewat Purosangue.

"Lamborghini bekerja dengan sangat baik, dengan pedua digit dan program elektrifikasi. Lamborghini tidak perlu menghindar jika dibandingkan dengan Ferrari. Kami memiliki pelanggan yang lebih muda, lebih kuat di Asia, dan memiliki rentang model yang lebih luas," kata Herbert Diess seperti dikutip dari automobilwoche, Kamis (5/8/2021).

Dicuplik Carscoops, sejak didirikan pada tahun 1963, Lamborghini dimaksudkan untuk jadi saingan Ferrari. Cerita ini tak terlepas dari pertemuan Ferruccio Lamboghini dengan Enzo Ferrari, di mana Ferruccio mengeluhkan tentang kopling Ferrari, dan dia diejek karena hanya membuat traktor.

Sejak saat itu kedua pabrikan ini terus melahirkan supercar idaman. Nama-nama produk Lamborghini seperti Miura, Countach, dan Diablo, serta Ferrari 288 GTO, F40, dan F50 telah mencapai status mobil legendaris, perang antara merek Italia semakin intensif selama dekade terakhir di mana keduanya mencapai pertumbuhan penjualan yang mengesankan.

Tahun 2019 adalah tahun terbaik Lamborghini dengan 8.205 penjualan, angka yang luar biasa jika dibandingkan 20 tahun yang lalu hanya terjual 265 mobil. Tetapi angka penjualannya di seluruh dunia masih tertinggal dari Ferrari, yang menjual rekor 10.131 unit.

Yang lebih menarik adalah bahwa sementara penjualan Lamborghini sangat bergantung pada Urus, Ferrari belum meluncurkan SUV pertama mereka - Purosangue.

Masih harus dilihat bagaimana persaingan ini akan berlanjut dalam waktu dekat ketika elektrifikasi akan mengguncang industri otomotif, bahkan untuk produsen supercar kelas atas.

Secara teori, Lamborghini berada di atas angin berkat keahlian dan kemampuan investasi VW Group. Kemudian Ferrari, tak hanya satu, tetapi dua hibrida pada SF90 Stradale dan 296 GTB. Persaingan selama beberapa dekade ke depan rasanya akan berlanjut ke era listrik. Menarik untuk dinantikan!



Simak Video "Lamborghini Countach Resmi Hidup Lagi, Mobil Impian Anak 90-an"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)