Laku Keras di Masa Pandemi, Stok Mobil Lamborghini Tahun 2021 Hampir Habis

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 15 Jun 2021 10:46 WIB
Lamborghini Paulo Dybala
Penjualan Lamborghini tak terganggu pandemi. Foto: Youtube/Lamborghini
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) telah memukul industri otomotif dan membuat penjualan mobil turun. Tetapi efek tersebut tidak berlaku untuk beberapa brand mobil, seperti Lamborghini. Lamborghini mengklaim jika penjualan mobil mereka moncer di tahun 2020 dan 2021. Bahkan stok mobil 2021 dikatakan hampir habis.

Seperti dikutip dari Automotive News, merek supercar asal Italia tersebut mengalami pertumbuhan yang kuat di tahun 2021. Salah satu faktornya adalah karena pandemi virus Corona mulai mereda di sejumlah negara, sehingga konsumen mulai aktif berbelanja kebutuhan barang mewah seperti supercar.

Dalam pameran mobil Milano Monza Motor Show 2021, CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengatakan bahwa Lamborghini telah menjual unit mobil, yang banyaknya sebanding dengan suplai 10 bulan. Artinya, setiap Lamborghini yang dibangun mulai sekarang hingga awal November (sekitar 3.100 unit) sudah memiliki pembeli yang mengantre untuk menerima pengiriman.

Produsen supercar yang juga anak perusahaan dari VW Group itu mengklaim pengiriman telah melonjak hampir 25 persen pada kuartal pertama tahun 2021 karena calon pembeli mengakhiri karantina dan siap untuk berbelanja lagi.

"Meskipun dua bulan shutdown karena pandemi, Lamborghini mengakhiri tahun 2020 sebagai tahun terbaik kedua yang pernah ada," kata Winkelmann, dikutip dari Automotive News, Selasa (15/6/2021). Pada 2020 lalu Lamborghini menjual 7.430 mobil atau turun sekitar 9 persen dari penjualan 2019.

Model SUV Urus dengan tenaga 650 dk sejauh ini memimpin penjualan 2021, dengan angka 1.382 unit (Januari-Maret 2021). Selanjutnya ada model Huracán entry-level bermesin V-10, dengan 753 model terjual pada akhir Maret. Kemudian ada model Aventador yang terjual 287 unit.

Penjualan Lamborghini diprediksi terus bertumbuh seiring meredanya pandemi dan kembalinya kehidupan normal.

(lua/din)