Krisis Chip Semikonduktor Diprediksi Lanjut Sampai 2022

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 23 Jul 2021 16:24 WIB
Mercededes-Benz C-Class generasi terbaru kini resmi masuk jalur produksi pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor. Yuk, intip suasananya.
Krisis chip semikonduktor diprediksi masih akan terjadi hingga 2022. Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Daimler AG memprediksi kelangkaan chip semikonduktor untuk industri otomotif masih akan terjadi hingga 2022. Maka itu, produksi beberapa model mobil tertentu masih akan tersendat.

Terjadinya pandemi COVID-19 sejak awal 2020 lalu telah memukul berbagai sektor usaha, termasuk industri otomotif. Tak hanya mengalami penurunan angka penjualan, industri otomotif juga terkendala pasokan chip semikonduktor.

Seperti diberitakan sebelumnya, krisis chip semikonduktor terjadi karena meningkatnya permintaan gadget selama pandemi. Orang-orang banyak membeli smartphone untuk melakukan komunikasi secara virtual. Alhasil, chip semikonduktor lebih banyak dipasok ke produsen-produsen smartphone.

Dikutip dari Carscoops, anggota dewan manajemen Daimler AG, Harald Wilhelm, memperkirakan krisis chip semikonduktor untuk industri otomotif masih akan berlanjut hingga tahun depan. Tapi efeknya tidak sebesar sekarang.

Dijelaskan jika Mercedes-Benz--yang dimiliki oleh Daimler AG--harus mengambil banyak kompromi sebagai akibat dari pandemi, sehingga menurunkan prospek labanya untuk tahun 2021.

Menurut CEO Daimler AG, Ola Källenius, produksi kendaraan Daimler banyak yang tidak tuntas atau selesai, karena setelah kendaraan dirakit, mereka harus memarkirnya terlebih dahulu hingga komponen semikonduktornya selesai dan disuplai.

"Kami memiliki beberapa (produksi) mobil yang belum selesai, tetapi kami tidak membiarkan ini keluar dari proporsinya," kata Ola Källenius.

Untuk diketahui, isu kelangkaan chip telah membuat produksi sejumlah mobil terhambat. Beberapa merek mobil harus menjual kendaraan mereka tanpa fitur tertentu dan hampir setiap pembuat mobil telah menghentikan produksi di satu atau pabrik lain karena kekurangan chip.

Beberapa produsen mobil telah menunjukkan tanda-tanda optimisme, seperti Ford yang memiliki pesanan chip semikonduktor untuk memasok pikap F-Series. Namun merek-merek seperti BMW dan Mercedes-Benz memperkirakan bahwa krisis chip akan terus berlanjut hingga sisa tahun 2021, bahkan mungkin hingga tahun depan.

(lua/din)