Fitur Mobil BMW yang 'Disunat' Gegara Chip Semikonduktor Langka

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 18 Jun 2021 10:07 WIB
BMW Group Indonesia melalui sebuah konferensi virtual bersama media meluncurkan 3 varian terbaru. Penasaran?
Ini fitur mobil BMW yang disunat gegara chip semikonduktor langka. Foto: Dok. BMW Indonesia
Jakarta -

Kelangkaan chip semikonduktor menghambat produksi mobil sejumlah brand otomotif dunia. Untungnya isu kelangkaan chip itu tidak sampai mengganggu jalannya produksi mobil BMW global. Tapi ada satu fitur mobil BMW yang 'disunat' gegara berkurangnya suplai semikonduktor. Lalu apakah fitur yang dipangkas itu?

Dijelaskan Vice President Sales BMW Group Indonesia, Bayu Rianto, krisis chip semikonduktor membuat satu fitur di mobil BMW tidak bisa terpasang. Fitur yang dimaksud adalah wireless charging. Itu dialami produksi BMW global, termasuk produksi BMW di Indonesia.

"Memang ada beberapa brand yang terpengaruh sampai stop produksi. (Tapi) kalau kita (BMW) untuk produksi aman. Cuma memang ada fitur yang (tidak bisa dipasang dan) ada hubungannya dengan itu (chip semikonduktor) tapi itu bukan major (masalah besar) ya. Kalau major itu kan mobil nggak bisa jalan tanpa chip itu, tapi ini masih bisa. Fitur (yang terganggu) itu adalah wireless charging. Dan (fitur) itu bukan menjadi sesuatu kebutuhan yang utama," terang Bayu, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Lalu apakah yang dimaksud dengan fitur wireless charging? Dikutip dari detikInet, wireless charging merupakan perangkat yang bisa melakukan pengisian daya listrik ke smartphone tanpa kabel (nirkabel). Jadi cukup letakan smartphone di atas perangkat wireless charging, maka daya listrik smartphone akan terisi secara otomatis.

Selain lebih simpel karena tidak memerlukan kabel, fitur wireless charging ini juga dinilai lebih aman dibandingkan mengisi daya secara konvensional. Hal itu bisa meminimalisasi korsleting listrik.

Manfaat lainnya, port USB pada smartphone yang menggunakan wireless charging dinilai lebih awet. Mengapa? Karena ia tidak akan sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari selain menggunakannya untuk transfer data. Berbeda dengan ketika menggunakan kabel dimana port USB memiliki fungsi ganda yakni sebagai port untuk transfer data dan pengisian daya.

Soal dipangkasnya fitur wireless charging di mobil BMW karena kelangkaan chip semi konduktor, Bayu mengatakan jika pihak BMW akan mengkompensasi dengan penggantian fitur lainnya, atau fitur wireless charging dengan format portabel.

"Kalau kayak wireless charging sebetulnya kita juga ada wireless charging portable. Jadi mungkin kita juga bisa subtitute dengan itu. Jadi secara major, mudah-mudahan tidak terganggu," ujar Bayu.

(lua/din)