Wawancara Eksklusif Rudy Salim

Jualan Tesla, Lamborghini, dan Ferrari di Indonesia, Memangnya Bisa Untung?

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 26 Mar 2021 10:44 WIB
Diler Prestige Motorcars
Ilustrasi diler Prestige di Pluit Jakarta Foto: M luthfi Andika/detikOto
Jakarta -

Bisnis Importir umum (IU) bukan perkara mudah, bayangkan saja untuk bisa mendatangkan satu unit mobil mewah secara Completely Build Up (CBU) ke Indonesia, para pembeli harus membayarkan pajak kendaraan hingga 125 persen. Enggak heran kalau mobil CBU harganya mahal-mahal.

Harga yang sangat mahal tersebut tentu saja membuat penjualan mobil CBU lebih sulit dibanding mobil-mobil konvensional. Tapi kalau ternyata banyak importir umum muncul di Indonesia, jangan-jangan bisnis ini memang menguntungkan.

Apa untungnya berbisnis mobil mewah atau mendirikan bisnis Importir Umum (IU) di Indonesia ya? Rupanya memiliki usaha importir umum (IU) tidak selalu untung, seperti yang disampaikan CEO Prestige Motorcars Rudy Salim.

Diler Prestige MotorcarsDiler Prestige Motorcars Foto: M luthfi Andika/detikOto

"Dunia IU (Importir Umum) penjualan yang baik itu 2:1 yaitu dua mobil baru satu mobil second," kata Rudy.

Rudy menjelaskan pada saat ini penjualan mobil mewah dari Importir umum bisa dikatakan normal, meski harus bersabar berkat pajak PPnBM yang sangat tinggi. Meski kini pilihan mobil mewah second lebih laris dibandingkan dengan mobil baru.

"Tapi karena PPnBM yang terus meningkat dolar yang terus naik itu membuat penjualan mobil baru menurun dan harga mobil second naik berkat dolar yang terus tinggi," ucap Rudy.

Rudy mencontohkan mobil bekas apa saja yang masih memiliki harga mahal meski memiliki tahun yang tidak muda lagi.

"Seperti Ferrari, Lamborghini 2011-14 harganya tidak turun, harusnya turun separuhnya. Tapi karena PPnBM naik 75 menjadi 150 persen dan dolar masih di atas Rp 14 ribu harga mobil itu naik setengah harga dibandingkan saat pertama kali membeli di 2014. Sehingga pada 2020 mobil kelahiran 2014 memiliki harga naik atau turun sedikit, itulah yang terjadi di dunia IU,"kata Rudy.

"Dan kini berubah 2:1 atau menjadi 3:1, menjual 3 mobil bekas 1 mobil baru," Rudy menambahkan.



Simak Video "Rudy Salim, Pembawa Mobil Listrik Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)