Bakal Dikenakan PPnBM 5%, Apa Kelebihan Mobil PHEV?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 16 Mar 2021 15:58 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan akan mengubah kebijakan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah). Mobil berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) akan dikenakan tarif PPnBM 5%, dari sebelumnya diwacanakan 0% dalam Peraturan Pemerintah nomor 73 tahun 2019, yang bakal berlaku dua tahun sejak diundangkan atau tepatnya pada Oktober 2021.

Dalam PP 73 Tahun 2019 tarif PPnBM untuk BEV atau mobil listrik sepenuhnya (tanpa mesin bakar) adalah 0%, lalu PHEV juga 0%. Namun, ada dua skema perubahan yang diusulkan Sri Mulyani. Skema 1 tarif PPnBM untuk BEV tetap 0%, sedangkan untuk PHEV naik jadi 5% dan Full-Hybrid dari 2%, 5% dan 8% menjadi 6%, 7% dan 8%.

Sementara untuk skema dua merupakan progresif dari skema 1. Tarif PPnBM untuk BEV tetap 0%, lalu untuk PHEV menjadi 8%. Sedangkan untuk Full-Hybrid dari 6%, 7% dan 8% menjadi 10%, 11% dan 12%.

Apa keunggulan mobil PHEV? Dan apa bedanya dengan mobil hybrid biasa atau full hybrid?

Mengutip laman resmi Mitsubishi Motors Inggris, mobil hybrid dibagi menjadi tiga. Di antaranya adalah Mild Hybrid, Full Hybrid dan PHEV.

"Biasanya mobil mild hybrid tidak menggunakan motor listriknya untuk menggerakkan mobil dan memiliki baterai yang sangat kecil. Hybrid atau full hybrid mengutamakan mesin bensinnya dengan motor listrik mengambil alih ketika lebih efisien seperti pada kecepatan yang sangat rendah. Sedangkan plug-in hybrid benar-benar menjembatani kesenjangan antara mobil bensin dan listrik," tulis laman resmi Mitsubishi Motors Inggris.

Mitsubishi memperkenalkan mobil ramah lingkungan mereka di arena GIIAS 2019. Mobil itu adalah Mitsubishi Outlander PHEV. Penasaran? Yuk, lihat.Mitsubishi memperkenalkan mobil ramah lingkungan mereka di arena GIIAS 2019. Mobil itu adalah Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: Rifkianto Nugroho

Mobil PHEV biasanya memiliki baterai berkapasitas lebih besar yang mampu menempuh jarak yang signifikan. Sesuai namanya, mobil plug-in hybrid dapat dicolok untuk mengisi daya baterai, memungkinkan penghematan yang jauh lebih besar daripada jenis hybrid lainnya.

Perawatan mobil hybrid disebut bisa lebih murah. Soalnya, penggunaan normal mengurangi keausan pada mesin. PHEV dapat bekerja dengan tenaga listrik saja lebih jauh dan lebih lama, sehingga penggunaan mesin BBM-nya lebih sedikit. Mobil PHEV bisa melaju dengan jarak yang terbilang cukup jauh tanpa mesin BBM menyala.

Selanjutnya
Halaman
1 2