Deretan Raksasa Mobil Jepang yang Tambah Modal di RI

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 12 Mar 2021 12:51 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Foto: dok. Kemenperin
Jakarta -

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sudah berkunjung ke Jepang untuk merayu pabrikan otomotif berinvestasi di Indonesia. Sejauh ini ada empat pabrikan mobil yang tertarik untuk menambah modal investasinya di Tanah Air.

Pertama, Agus menjelaskan bahwa Honda akan menambah investasinya di Indonesia sebesar Rp 5,2 triliun.

"Saya bertemu dengan Honda, Honda memberikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai dengan tahun 2024 sekitar Rp 5,2 triliun. Ini termasuk dalam pengembangan model-model baru yang akan dikembangkan di Indonesia," kata dia dalam konferensi pers virtual, kemarin Kamis (11/3/2021).

Bahkan Honda berniat untuk memindahkan salah satu pabriknya di India ke Indonesia.

"Ada (pabrik Honda yang akan direlokasi), nanti fasilitas produksi yang ada di India akan dipindahkan ke Indonesia," kata Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3/2021).

Agus juga menemui prinsipal Suzuki. Mereka berkomitmen sampai tahun 2024 akan menambah investasinya sebesar Rp 1,2 triliun. Itu untuk pengembangan Ertiga dan XL7.

"Ertiga dan XL7 ini basisnya ISG (Integrated Starter Generator) itu juga hampir sama dengan mild hybrid, model-model ini yang dikembangkan akan menjadi model untuk tujuan ekspor di pasar Asia dan juga Latin America," sebut Agus.

Dia juga membahas rencana Toyota untuk berinvestasi di Indonesia. Produsen mobil tersebut berkomitmen untuk berinvestasi sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun.

"Komitmennya tidak berubah, mereka akan tetap memproduksi hybrid dengan komitmen investasi sebesar US$ 2 miliar sampai tahun 2024, US$ 2 miliar itu sekitar Rp 28 triliun," kata Agus.

Hal ini seturut dengan kapasitas produksi 250.000 dan kapasitas 411.000 unit mesin per tahun.

Sebelumnya. Agus juga menyampaikan rencana Mitsubishi menambah modal di Indonesia. Mereka akan menambah modal sebesar Rp 11,2 triliun.

Selain empat pabrikan otomotif di atas, Agus juga menjelaskan tengah membujuk Mazda untuk segera membangun pabrik di Tanah Air.

"Pertemuan dengan Mazda, salah satu pertemuan yang cukup, diskusinya cukup ketat, alot kalau menurut pak dubes (duta besar)," ujar Agus saat konferensi pers secara virtual, Kamis (12/3/2021).

Agus menjelaskan bahwa potensi pasar otomotif di Indonesia masih menjanjikan. Apalagi kepemilikan kendaraan di dalam negeri ini masih relatif rendah dibandingkan negara lain.

Untuk saat ini, lanjut dia, Mazda akan segera mempertimbangkan dan akan segera melakukan perhitungan terhadap kebutuhan investasi di Indonesia.

"Nanti ketika kami kembali ke Jepang dan mudah-mudahan pada bulan Mei setelah lebaran nanti kita akan mendengar dari Mazda bagaimana progress-nya terhadap kemungkinan mereka melakukan investasi di Indonesia," tambah Agus.



Simak Video "Menperin Bakal Sanksi Tegas Importir Garam Nakal"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)