Menkeu Sri Mulyani: Beli Mobil Baiknya Sekarang

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 01 Mar 2021 19:38 WIB
Menkeu Sri Mulyani melihat-lihat aneka mobil yang dipamerkan di GIIAS 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Rabu (24/7/2019).
Menkeu Sri Mulyani di Pameran GIIAS Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Pemerintah memberikan relaksasi mobil dengan membebaskan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Menteri Keuangan Sri Mulyani menyarankan bagi masyarakat yang hendak membeli mobil, jangka waktu tiga bulan ke depan adalah waktu terbaik.

"Jadi kalau mau beli mobil, baiknya sekarang sampai Mei. Karena PPnBM-nya 100 persen ditanggung pemerintah," ungkap Sri Mulyani dalam Press Statement Pemberian Insentif Kendaraan Bermotor dan Perumahan, Senin (1/3/2021).

Untuk diketahui, pemberian insentif PPnBM ini terbagi dalam tiga periode. Masing-masing periode, yang terdiri dari 3 bulan, memiliki jumlah potongan PPnBM yang berbeda.

Tahap pertama akan diberikan insentif PPnBM sebesar 100% dari tarif atau PPnBM 0 persen. Periode ini jadi yang paling menguntungkan karena jumlah potongan harganya paling besar.

Kemudian diikuti insentif PPnBM sebesar 50% dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua. Dan pada tahap ketiga pemerintah berikan insentif PPnBM 25% dari tarif.

"Kalau Anda berencana membeli mobilnya antara Juni sampai Agustus, PPnBMnya mendapatkan diskon 50 persen ditanggung pemerintah. Sedangkan kalau membelinya September hingga Desember tahun ini. Maka PPnBMnya ditanggung pemerintah 25 persen," jelas Sri Mulyani.

Beberapa pabrikan mobil di Tanah Air sudah mengumumgkan potongan harga hingga puluhan juta rupiah yang termasuk dalam kategori mobil yang kena relaksasi PPnBM.

Kementerian Keuangan juga sudah merilis Peraturan Menteri Keuangan No. 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Dalam peraturan tersebut, ada dua jenis kendaraan yang berhak mendapatkan diskon pajak mobil baru. Di antaranya adalah:

a. kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 (seribu lima ratus) cc; dan
b. kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan sistem 1 (satu) gardan penggerak (4x2) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 (seribu lima ratus) cc

Adapun mobil yang berhak mendapatkan diskon pajak adalah kendaraan yang memenuhi memenuhi persyaratan jumlah pembelian lokal atau yang dikenal dengan sebutan local purchase. Persyaratan jumlah pembelian lokal meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermoto paling sedikit 70% (tujuh puluh persen).

Diharapkan harga mobil di tengah pandemi bisa ditekan lagi, maka daya beli masyarakat diharapkan juga meningkat. Perlu diketahui, aktivitas industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya. Agar tetap hidup, perlu stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli.

"Estimasi PPnBM yang untuk kendaraan bermotor diperkirakan mencapai 2,99 triliun dan ini kita masukkan ke dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," kata Sri Mulyani.



Simak Video "Sri Mulyani Pamer Pengangguran RI Turun di Februari 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)