Dear Tesla Cs: Peminat Mobil Listrik Naik, Cuma Keberatan di Harga

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 25 Jan 2021 18:57 WIB
Permintaan mobil listrik diperkirakan akan meningkat begitu juga di Indonesia, yuk intip foto-foto pembuatan mobil listrik di beberapa negara.
Ilustrasi mobil listrik Foto: Getty Images/Brendon Thorne
Jakarta -

Mobil listrik kini makin mendunia. Masyarakat mulai tertarik beralih ke mobil listrik, namun keberatan dengan harganya.

Dikutip InsideEV, Senin (25/1/2021), pernyataan di atas merupakan hasil studi yang dilakukan oleh RAC -- perusahaan jasa otomotif yang berkantor pusat di West Midlands, Inggris.

Dari survei yang dilakukan, terjadi kenaikan minat terhadap mobil listrik jika dibandingkan jejak pendapat yang dilakukan dua tahun lalu.

"Satu dari setiap 10 pengemudi berencana membeli mobil listrik ketika saatnya tiba untuk mengganti kendaraan mereka saat ini," bunyi hasil penelitian dari RAC terbaru.

Sebanyak sembilan persen orang yang mengikuti studi tersebut akan mengganti tunggangannya menjadi mobil listrik. Sedangkan dalam studi tahun 2019, hanya enam persen yang berencana membeli EV, dan angka itu naik, dari hanya tiga persen pada 2018.

Oke minat terhadap mobil listrik naik. Namun 78 persen dari responden merasa mobil listrik masih terlalu mahal jika dibandingkan dengan mobil bertenaga konvensional.

Sebagian besar responden mengatakan mereka ingin melihat insentif pemerintah untuk membantu meningkatkan penyerapan electric vehicles (EV), dengan 53 persen mendukung pemotongan PPN untuk EV.

Sedangkan 48 persen mendukung skema scrappage -- program anggaran pemerintah untuk mempromosikan penggantian kendaraan lama dengan kendaraan modern, dalam hal ini mobil listrik.

Di sisi lain, responden lebih menginginkan mobil dengan jangkauan yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya. Menurut studi, 506 km adalah angka ideal yang diinginkan responden.

RAC mengatakan kisaran rata-rata dari 10 EV paling populer hanya 378 kilometer, dengan hanya satu model, Tesla Model S, yang sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh responden.

"Dengan tahun 2030 akan ditetapkan sebagai berakhirnya penjualan mobil dan van bensin dan diesel baru, momentum ini menjadi titik balik dalam EV sedang dibangun," kata juru bicara data insight RAC Rod Dennis.

"Dan jelas bahwa semakin banyak pengemudi yang merespons, hampir satu dari 10 sekarang berencana untuk memilih listrik murni saat mereka mengganti mobil mereka lagi," tambahnya.

"Tapi satu-satunya penghalang terbesar bagi pengemudi untuk memilih mobil listrik daripada mobil bertenaga bensin atau solar adalah biaya. Meskipun penawaran dan penawaran leasing keuangan yang baik seperti pengisian rumah gratis untuk jangka waktu tertentu dapat membantu, tampaknya harga banyak EV baru tetap tinggi bagi banyak orang, dengan sebagian besar pengemudi ingin melihat lebih banyak bantuan keuangan dari pemerintah untuk menurunkan biaya," jelas Rod Dennis.



Simak Video "Hyundai Siapkan Mobil Listrik Murni Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)