Kecelakaan yang Terungkap dari Black Box di Mobil

Tim detikcom - detikOto
Senin, 11 Jan 2021 11:09 WIB
event data recorders, black box yang ada di mobil
event data recorders (EDR), black box yang ada di mobil. Foto: Istimewa.
Jakarta -

Black box tidak hanya ada di pesawat. Perangkat perekam yang menjadi salah satu sumber investigasi kecelakaan itu juga terdapat di mobil-mobil terkini.

Di beberapa negara seperti di Amerika Serikat, mobil wajib punya black box atau yang disebut sebagai Event Data Recorder (EDR). Saat terjadi kecelakaan, kepolisian dapat mengakses dan menganalisis data di black box sebagai bukti. Dalam investigasi kriminal, black box dapat memberatkan atau membebaskan terdakwa.

Sejak 2018, semua kendaraan di AS terpasang black box sebagai perlengkapan standar. Artinya, setiap pengemudi berada di balik setir, setiap tombol yang ditekan hingga manuver yang dilakukan direkam pada EDR tersebut.

Beberapa tahun terakhir, polisi di Amerika mulai menggunakan black box dalam kasus kriminal. Misalnya kecelakaan yang menyebabkan korban tewas.

Dilansir Forbes, pengendara di Georgia, Victor Mobley didakwa dua tuduhan, mengemudi sembrono dan kecepatan tinggi. Mobley dituduh mengemudi dengan kecepatan 97 mil per jam di zona kecepatan maksimal 45 mil per jam. Fakta itu terungkap dari data yang terekam pada black box di mobil.

Kasus serupa di Florida juga terjadi. Setelah tabrakan berkecepatan tinggi yang menewaskan penumpangnya, Charles Worsham dituduh melakukan pembunuhan dengan kendaraan. Black Box di kendaraan Worsham mencatat data kecepatan dan pengereman, perubahan kecepatan mobil, input kemudi, status penggunaan sabuk pengaman, dan informasi lampu peringatan airbag. Polisi memperoleh data black box tanpa surat perintah dan berusaha menggunakannya.

"Informasi yang terdapat dalam black box kendaraan cukup sulit diperoleh, dan kit pengambilan data yang diperlukan untuk mengekstrak informasi tersebut mahal. Selain itu, perekam data setiap produsen mobil memerlukan jenis kabel yang berbeda untuk dihubungkan dengan port diagnostik. Selain itu, data yang diunduh harus diinterpretasikan oleh spesialis dengan pelatihan ekstensif," tulis Forbes.

Dikutip dari The Boston Globe, black box di mobil juga telah mengungkapkan data kecelakaan yang melibatkan politikus yang merupakan mantan Letnan Gubernur Massachusetts, Timothy P. Murray pada 2011. Saat itu, ia mengemudi mobil Ford Crown Victoria 2007.

Murray mengklaim tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi dan mengenakan sabuk pengaman. Tapi fakta lain terungkap setelah kotak hitam di mobil diselidiki.

Setelah black box diselidiki, terungkap fakta bahwa Murray mengemudi dengan kecepatan 100 mil per jam (160 km/jam) tanpa mengenakan sabuk pengaman. Penyelidikan menunjukkan Murray mengemudi di kecepatan 75 mil per jam sebelum kecelakaan. Tapi, kakinya justru menginjak gas lebih dalam sehingga kecepatannya meningkat hingga 108 mil per jam sehingga menghantam batu dan terbalik dua kali.



Simak Video "'Robot Bawah Laut' Dikerahkan, Cari CVR Sriwijaya Air SJ182"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)