Mobil Juga Punya Black Box Seperti Pesawat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 10 Jan 2021 17:29 WIB
event data recorders, black box yang ada di mobil
Event data recorder Foto: Istimewa
Jakarta -

Teknologi kendaraan bermotor sedikit banyak ada kesamaan dengan teknologi pesawat terbang. Misalnya penyimpanan rekaman data saat terjadi kecelakaan.

Di pesawat terbang terdapat kotak hitam atau black box yang dicari-cari saat terjadi kecelakaan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan. Di mobil pun sama, ada teknologi semacam black box yang merekam banyak data.

Blackbox pada pesawat sangat membantu mencari tahu informasi dan investigasi setelah terjadi kecelakaan. Seperti kecelakaan pesawat Boeing 737-500 dari maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu. Black box sangat diperlukan untuk kebutuhan investigasi bagaimana kecelakaan bisa terjadi.

Black box yang ada di mobil pun sama pentingnya seperti black box di pesawat. Di Amerika Serikat, mobil-mobilnya sudah umum menggunakan black box. Di sana, blackbox untuk mobil disebut event data recorders (EDR). EDR ini melacak segala sesuatu ketika mobil terlibat kecelakaan.

Seperti dikutip USA Today, kotak hitam pada mobil di Amerika bukan hal baru. Black box pada mobil umum digunakan sejak 1994. Kotak hitam dipakai di mobil-mobil Cadillac, Buick, Chevrolet dan Pontiac. Black box di mobil itu membantu pabrikan untuk mempelajari bagaimana mobil mereka terlibat kecelakaan.

Sejak awal 2000-an, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) mengumpulkan informasi kotak hitam untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang keadaan di sekitar kecelakaan mobil. Pada 2013, 96 persen dari mobil baru yang dijual di Amerika Serikat sudah dibekali dengan kotak hitam. Bahkan, mulai 1 September 2014 setiap kendaraan baru harus punya black box di sana.

EDR, semacam black box yang ada di mobil.EDR, semacam black box yang ada di mobil. Foto: Istimewa

Data pada black box di mobil telah berjasa ketika digunakan untuk penyelidikan tingkat tinggi. Pada 2011, mantan Gubernur Massachusetts Timothy Murray terlibat kecelakaan sat berada di dalam mobil dinasnya. Dia mengklaim tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi dan mengenakan sabuk pengaman.

Namun, investigator merilis hasil penyelidikan dengan mengandalkan kotak hitam di mobilnya. Disebutkan, penyidik menggunakan data black box menunjukkan bahwa mantan Gubernur Massachusetts itu mengemudi dengan kecepatan 100 mil per jam (160 km/jam) dan tidak menggunakan sabuk pengaman saat kecelakaan terjadi.



Simak Video "'Robot Bawah Laut' Dikerahkan, Cari CVR Sriwijaya Air SJ182"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/riar)