Buka Jendela Mobil Bisa Kurangi Potensi Penularan COVID-19

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 07 Des 2020 14:44 WIB
Model Faradina di balik setir Peugeot 3008
Mengemudi bersama penumpang lain dengan jendela terbuka dininlai bisa meminimalkan risiko penularan COVID-19. Foto: dok detikOto
Jakarta -

Vaksin virus Corona (COVID-19) sudah tiba di Indonesia. Meski begitu, masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan agar tak tertular atau menularkan virus COVID-19. Penularan virus Corona bisa saja terjadi di dalam mobil. Penelitian terbaru menemukan salah satu cara efektif mencegah penularan COVID-19 terbaru.

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Brown University di Amerika Serikat menyimpulkan, membuka jendela mobil saat berkendara bersama orang lain bisa mengurangi potensi penularan COVID-19. Studi itu menggunakan model komputer untuk mensimulasikan aliran udara di dalam mobil dengan kondisi jendela terbuka atau tertutup.

Simulasi menunjukkan bahwa membuka jendela menciptakan pola aliran udara yang secara dramatis mengurangi konsentrasi partikel di udara yang dipertukarkan antara seorang pengemudi dengan penumpang lainnya. Menutup sistem ventilasi mobil tidak mengedarkan udara sebaik jendela yang terbuka.

"Berkendara dengan jendela tertutup dan AC atau penghangat menyala jelas merupakan skenario terburuk, menurut simulasi komputer kami," kata Asimanshu Das, seorang mahasiswa pascasarjana di Brown's School of Engineering dan penulis penelitian tersebut. "Skenario terbaik yang kami temukan adalah membuka keempat jendela, tetapi bahkan membuka satu atau dua jendela jauh lebih baik daripada menutup semuanya."

Para peneliti menekankan, memang tidak ada cara lain menghilangkan risiko penularan COVID-19 sepenuhnya. Cara yang paling efektif tentu saja menunda perjalanan dan tetap tinggal di rumah. Tujuan dari penelitian ini hanyalah untuk mempelajari bagaimana perubahan aliran udara di dalam mobil dapat memperburuk atau mengurangi risiko penularan patogen.

Model komputer yang digunakan dalam penelitian ini mensimulasikan sebuah mobil Toyota Prius dengan dua orang di dalamnya, seorang pengemudi dan seorang penumpang di kursi belakang di sisi yang berlawanan dari pengemudi. Para peneliti memilih pengaturan tempat duduk itu karena memaksimalkan jarak fisik antara dua orang.

Model tersebut mensimulasikan aliran udara di sekitar dan di dalam mobil yang bergerak dengan kecepatan 50 mil per jam, serta pergerakan dan konsentrasi aerosol yang berasal dari pengemudi dan penumpang. Aerosol adalah partikel kecil yang dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama. Mereka dianggap sebagai salah satu cara penularan virus COVID-19, terutama di ruang tertutup.

Salah satu alasan membuka jendela lebih baik dalam hal transmisi aerosol adalah karena meningkatkan jumlah pergantian udara per jam di dalam mobil. Itu membantu mengurangi konsentrasi aerosol secara keseluruhan.

Penting untuk dicatat, kata para peneliti, bahwa penyesuaian aliran udara ini tidak bisa menggantikan peran masker oleh penghuni mobil saat berada di dalam mobil. Dan temuan ini terbatas pada potensi paparan aerosol yang mungkin mengandung patogen.



Simak Video "Ritual Kumbh Mela di Sungai Gangga, India Catat Rekor Kasus Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)