Kamis, 15 Okt 2020 19:51 WIB

Survei: Masyarakat Mau Beli Mobil Bekas, tapi Dananya Terbatas

Rangga Rahadiansyah - detikOto
OLX bekerjasama dengan OtoSpector menghadirkan Layanan Inspeksi Mobil. Diluncurkan pada Desember 2018, layanan ini hadir bagi pengguna yang membutuhkan pengecekan kondisi mobil bekas secara detil dan menyeluruh. Dengan memanfaatkan layanan ini, mereka dapat mengetahui kondisi mobil bekas yang akan dibeli mulai dari interior, eksterior, mesin, hingga perangkat elektroniknya. Masyarakat yang menginginkan beli mobil karena pandemi. Namun, dananya terbatas. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang melanda Indonesia mempengaruhi industri otomotif. Tak cuma penjualan mobil baru, mobil bekas pun tergerus angka penjualannya.

Kini, saat memasuki PSBB transisi beberapa bisnis mulai aktif lagi. Industri mobil bekas ikut pulih. Setidaknya itu merupakan hasil survei dari OLX Autos yang bertajuk "Sentiment Monitoring Study".

Berdasarkan survei tersebut, tren pasar mobil bekas menunjukkan keadaan yang membaik. Ini terlihat dari temuan bahwa tiga bulan setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ada peningkatan pada penjualan dan pembelian mobil bekas.

Dari hasil survei yang dilakukan, rata-rata pembelian dan penjualan naik 50% pada bulan Agustus 2020 dibandingkan saat awal pandemi. Semula rata-rata 1,4 unit mobil per minggu menjadi 2,1 mobil per minggu. Selain itu, rata-rata barang tersedia (stock) yang ada di showroom berkurang 35% menjadi 4,2 mobil per minggu (dari sebelumnya 6,5 mobil per minggu) pada bulan Agustus 2020. Hal ini memperlihatkan adanya minat masyarakat untuk membeli mobil bekas.

Faktor yang melatarbelakangi peningkatan penjualan mobil bekas karena sudah banyak showroom mobil bekas yang beroperasi kembali. Saat ini, sudah ada 62% showroom yang beroperasi dibandingkan pada masa PSBB yang hanya 32%. Berangsur normalnya aktivitas ini memiliki akibat pada aktivitas penjualan dan procurement (pembelian) yang mengalami peningkatan pula.

Menariknya, berdasarkan survei tersebut, sebanyak 52% responden memiliki keinginan untuk membeli mobil karena pandemi. Padahal, pada masa awal pandemi keinginan membeli mobil hanya 22%. Sebanyak 43% responden saat ini memilih untuk menggunakan mobil pribadi, dibandingkan dengan awal masa pandemi yang hanya 33%.

"Survei kami menemukan permintaan mobil bekas mengalami peningkatan sebanyak 15%-20% semenjak relaksasi PSBB. Peningkatan ini didorong oleh minat masyarakat terhadap penggunaan mobil pribadi yang meningkat. Selain itu juga, secara perlahan, kini showroom mulai buka sehingga memberikan pilihan lebih banyak bagi masyarakat yang ingin membeli mobil. Dengan kedua faktor ini kita bisa melihat bahwa ada kesempatan bagi pasar mobil bekas untuk pulih dari keadaan ini. OLX Autos percaya pasar mobil bekas akan pulih dan akan kembali normal seperti masa sebelum pandemi," ujar Johnny Widodo, CEO OLX Autos Indonesia dalam siaran persnya.

Namun, ada tantangan lain bagi industri mobil bekas dampak dari masa pandemi. Keterbatasan dana merupakan tantangan yang paling banyak dihadapi oleh pelanggan, kendala ini dirasakan oleh 58% responden, sementara 46% responden lain menyatakan bahwa mereka mengurangi dana (budget) sebesar 5% yang mereka miliki untuk membeli mobil. Di sisi lain, penjual pun tidak mau mengurangi harga mobil bekas yang mereka jual. Sehingga hal inilah yang menjadikan tantangan bagi masyarakat di industri pasar mobil bekas.



Simak Video "Gokil! Mobil Bekas Dimodifikasi Jadi Musala"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com