Kamis, 08 Okt 2020 18:28 WIB

Harus Banget Berkendara Sementara Lagi Banyak Demo? Ikuti Tips Ini

M Luthfi Andika - detikOto
Massa mahasiswa berunjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wihaha, Jakarta Pusat, terkait UU Cipta Kerja. Massa mahasiswa datang secara bergelombang. Ilustrasi Demonstrasi tolak UU Kerja Cipta (Agung Pambudhy/detikCom)
Jakarta -

Beberapa ruas jalan di Ibukota Jakarta ditutup akibat demonstrasi menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan DPR RI. Kondisi sedang kurang kondusif, sebaiknya sih jangan berkendara dulu.

detikOto ingatkan kepada seluruh pengendara, terutama yang berada di DKI Jakarta, agar berpikir ulang kalau memutuskan berpergian keluar rumah. Seperti yang disampaikan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikOto.

Kalau memanh ada hal mendesak yang harus dilakukan, paling tidak siapkan rencana perjalanan. Meski itu sebatas di dalam kota saja.

"Pada dasarnya kalau kita mengemudi harus aman, nyaman dan selamat. Ketiga aspek ini yang harus diperoleh saat kita mengemudi atau berkendara. Untuk mendapatkan aspek ini tidak melulu kepada soal keterampilan berkendara tapi pada perencanaan. Harusnya dalam situasi ini membuat kita melakukan langkah-langkah safety driving yaitu rencanakan perjalanan anda," kata Jusri.

Jusri menyarankan kepada seluruh pengendara untuk berpikir ulang, apakah penting perjalanan yang akan anda lakukan saat ini.

Massa mahasiswa berunjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wihaha, Jakarta Pusat, terkait UU Cipta Kerja. Massa mahasiswa datang secara bergelombang.Massa mahasiswa berunjuk rasa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wihaha, Jakarta Pusat, terkait UU Cipta Kerja. Massa mahasiswa datang secara bergelombang. Foto: Agung Pambudhy

"Apakah perjalanan ini perlu dilakukan, jika bisa ditunda ya ditunda saja. Karena jalan yang benar-benar aman itu tidak pernah aman, sepi-sepinya kondisi jalan terlebih saat demo ini (seperti sekarang). Kalau perjalanan perlu dilakukan dan tidak bisa ditunda, pilihlah rute-rute yang mencangkup 3 aspek tadi yaitu harus aman, nyaman, dan selamat," kata Jusri.

"Selain itu pengendara harus memilih waktu disesuaikan dengan kondisi jalanan, jika harus lebih melingkar atau menambah jarak lebih baik memilih itu, karena lebih baik memilih jarak panjang tapi lancar. karena kalau perjalanan lebih panjang tapi lancar dari sisi waktu bisa lebih pendek, selain itu lebih ekonomis karena kita memiliki kecepatan konstan. Jika jalan lebih memutar kenyamanan sudah pasti akan didapatkan pengendara, karena pengendara tidak perlu galau karena ada demo dan tidak cemas dan keselamatan bisa lebih selamat karena sepi," tutup Jusri.



Simak Video "Omnibus Law, Menteri LHK: Pertama Kali Perhutanan Sosial Masuk UU"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com