Rabu, 07 Okt 2020 17:26 WIB

Proyek Roro Jongrang, Cerita Tesla Bangun Pabrik Mobil Cuma Hitungan Bulan

Doni Wahyudi - detikOto
GRUENHEIDE, GERMANY - SEPTEMBER 06: (EDITORS NOTE: Image is a digital panoramic composite.) In this aerial view from a drone, the construction site of the new Tesla Gigafactory stands near Berlin on September 06, 2020 near Gruenheide, Germany. Tesla is planning to begin electric car production at the site by the summer of 2021 with 12,000 employees and an output of at least 100,000 cars annually.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Proyek Gigafactory Tesla di Jerman (Getty Images/Sean Gallup)
Jakarta -

Tesla unggul bukan cuma perkara teknologi mobil listriknya. Pabrik-pabrik yang mereka bangun di beberapa negara juga bisa kelar dalam hitungan bulan, tak sampai setahun.

Pabrik terakhir yang kelar dibangun Tesla berlokasi di Shanghai China. Resmi beroperasi pada akhir 2019, pabrik tersebut dibangun sangat cepat. Tak sampai setahun Tesla berhasil mengubah tanah rata menjadi pabrik canggih yang dikhususkan memproduksi Tesla Model 3 dan Tesla Model Y.

Tesla saat ini tengah membangun Gigafactory-nya yang keenam dan ketujuh di Jerman dan Texas. Akan resmi dibuka pada 2021, kedua pabrik itu kabarnya juga dibangun dengan kecepatan tinggi.

Apa yang membuat Tesla bisa membangun pabrik-pabriknya dengan sangat cepat?

Pada umumnya pembangunan pabrik butuh perencanaan bertahun-tahun, lalu proses pengerjaan yang juga memakan waktu panjang.

Kalau Tesla bisa melesat dalam pembangunan pabrik, itu karena perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu punya strategi khusus. Tesla ternyata memiliki template, atau bisa dibilang 'cetakan', untuk Gigafactory-nya. Sejak awal Tesla sudah tahu apa yang dibutuhkan dan bagaimana pabrik itu nantinya diharapkan akan bekerja secara optimal. Secara garis besar ada kesamaan desain dari pabrik-pabrik tersebut.

Potongan-potongan bangunan Gigafactory sudah dibuat lebih dulu di pabrik khusus. Setelah jadi, bagian-bagian tersebut tinggal dibawa ke lokasi untuk kemudian disusun sesuai rancang bangun yang sudah disiapkan. Mirip menyusun Lego.

Ini membuat pembangunan Gigafactory bisa menghemat waktu secara signifikan, memangkas biaya dalam jumlah besar dan diklaim mampu meningkatkan kualitas.

Menariknya, seluruh pabrik-pabrik tersebut sudah didesain dan dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengembangan dan perluasan di masa depan. Tesla sangat pede kalau pabrik-pabriknya pada suatu saat nanti akan kesulitan memenuhi permintaan konsumen, sehingga rencana pengembangan sudah disiapkan sejak awal dan bisa dilakukan dengan mudah

Di Berlin, Jerman bagian-bagian bangunan pabrik nyaris seluruhnya dikirim menggunakan kereta, dengan total bobot material yang diangkut sebesar 12000 ton. Sementara di shanghai, pengiriman dilakukan mengunakan truk. via jalur darat.
Strategi Tesla mengembangkan dan membangun Gigafactory secara efektif dan efisien kabarnya diadaptasi oleh banyak perusahaan. Beberapa sekolah, rumah sakit, hotel, sampai penjara, bisa dibangun dengan pendekatan yang sama.



Simak Video "Tesla Akan Buka Pabrik di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com