Tesla Mau Ekspansi Bisnis ke Indonesia

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 05 Okt 2020 19:38 WIB
Prestige Motorcars kembali memperkenalkan line up kendaraan ramah lingkungannya. Kali ini mobil yang dibawa oleh importir umum tersebut adalah Tesla Model 3.
Tesla mau berinvesrasi di Indonesia (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia baru saja melakukan pembicaraan awal dengan Tesla mengenai potensi investasi perusahaan mobil listrik terbesar di dunia itu. Indonesia jadi daya tarik besar seiring ketersediaan sumber daya nikel yang berlimpah di Morowali, Sulawesi Tengah.

Pejabat senior di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Ayodhia Kalake mengatakan Tesla telah menghubungi pemerintah secara informal tentang kemungkinan investasi. Akan tetapi Ayodhia tidak merinci apa yang dibicirakan antara Tesla dan Pemerintah Indonesia.

"Itu masih diskusi awal dan belum detail. Kami perlu diskusi lebih lanjut dengan Tesla kata Ayodhia dalam sebuah pernyataan, Senin (5/10/2020) seperti dilansirkan oleh Reuters.

Tesla tak memberikan tanggapan terkait isu ini saat dikonfirmasi oleh Reuters.

Ayodhia menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah insentif untuk investasi mobil listrik seperti yang tengah diajajaki oleh Tesla. Indonesia memang cukup potensial sebagai pusat manufaktur kendaraan listrik di Asia Tenggara. Khususnya dalam membuat baterai listrik, yang mana menjadu komponen utama dan termahal dari mobil listrik.

CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.Tesla mulai melakukan pembicaraan dengan pemerintah RI terkait rencana melakukan investasi di tanah air Foto: AP Photo/Ben Margot

Indonesia bahkan telah menghentikan ekspor bijih nikel yang belum diolah untuk mendukung investasi industri dalam negeri. Bulan lalu Indonesia dikabarkan sudah mendapatkan kesepakatan dengan LG dan Contemporary Amperex Technology (CATL).

Tesla pun juga tengah gencar melakukan ekspansi setelah nilai saham dan penjualannya meroket. Bos Tesla, Elon Musk berencana juga untuk meningkatkan produksi truk dan proyek tenaga surya. Oleh karena itu ia mendesak penambang untuk memproduksi lebih banyak nikel dengan menawarkan kontrak "raksasa" jangka panjang. Syarat kontrak tersebut, produksi tambang nikel harua tetap menjaga kelestarian alam.

Pekan lalu, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kalau Tesla sudah menyatakan ketertarikan untuk menanamkan modal lantaran Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Tesla malah menanyakan apakah cadangan nikel Indonesia mumpuni.

"Saya bilang kau taruh investasinya di sini, hari ini cadangannya kita kasih. Jadi, kalau kita itu selalu sekarang mengubah dari commodity-base menjadi downstream. Jadi, produksi-produksi kita lihat hilirisasinya. Itu yang akan mengubah Indonesia menjadi negara yang hebat jadi masuk ke global supply chain," kata Luhut.

Produsen mobil listrik Amerika Serikat, Tesla membangun pabrik baru di Jerman. Lokasi pembangunan pabrik berada di hutan di Gruenheide, Berlin.Tesla jadi investasi di Indonesia? Foto: Getty Images/Sean Gallup



Simak Video "Pengkauan Elon Musk Benci Jadi Bos Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)