Selasa, 22 Sep 2020 20:36 WIB

Wacana Pajak Mobil Baru 0 %, Pedagang Mobil Bekas Khawatir Gulung Tikar

Ridwan Arifin - detikOto
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit. Pembebasan pajak mobil baru akan berdampak ke penjualan mobil bekas? Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tapi kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu kelangsungan bisnis pedagang mobil bekas.

Jika kebijakan itu direalisasi membuat harga mobil baru jadi lebih murah, di sisi lain masyarakat lebih melirik mobil baru sebab harga tak terpaut jauh dengan mobil bekas.

"Sudah pasti kalau terjadi (kebijakan) pajak 0 % untuk mobil baru, harga akan turun drastis. Di sisi lain kita sebagai pemain mobil bekas akan terkena dampak luar biasa, koreksi harga yang luar biasa," ujar Yopi dari Paskah Mobil kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

"Kebijakan itu akan membuat pasaran mobil bekas banyak bergejolak. Sedangkan kami sudah terlanjur pinjam uang kepada bank, akan terancam melumpuhkan showroom-showroom dan terancam bangkrut," keluh Yopi.

Wacana ini awalnya dilontarkan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. Ia mengaku sudah mengajukan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0%.

Apa yang disampaikan Yopi, menunjukkan ada kecemburuan bagi sektor usaha mobil baru, dengan mobil bekas saat pandemi COVID-19.

"Harapan kami, pemerintah lebih bijaksana dalam hal seperti ini. Karena kita juga pelaku-pelaku bisnis. Bakal banyak yang gulung tikar, akibatnya juga banyak yang menganggur," sambung dia.

Belum ada keputusan resmi soal rencana relaksasi pajak ini, pun berapa usulan insentif yang dikabulkan pemerintah. Tapi kalau benar terjadi tentu akan ada koreksi harga jual mobil saat ini.

Menurut Pengamat Otomotif sekaligus Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, relaksasi pajak itu bakal mengganggu pasar mobil bekas jika harga mobil baru menurun di atas 10 persen dari harga jual saat ini.

"Jika hanya turun 10% belum akan mengganggu harga mobil bekas yang kini pun sudah turun harganya dibandingkan dengan harga pada bulan yang sama tahun 2019 lalu. Jika harga mobil baru dapat terpotong sekitar 10-25%, maka ia berpotensi untuk semakin mengganggu pasar mobil bekas. Dampak lanjutannya, maka harga jual mobil bekas yang sudah turun akan semakin anjlok lagi," kata Yannes saat dihubungi detikcom, Senin (21/9/2020).



Simak Video "Gokil! Mobil Bekas Dimodifikasi Jadi Musala"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com