Senin, 07 Sep 2020 18:28 WIB

Luhut: Saya Paling Ngotot dengan Mobil Listrik

Tim detikcom - detikOto
Luhut Binsar Pandjaitan Luhut Binsar Pandjaitan Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengatakan saat ini momentum Indonesia untuk mengembangkan industri mobil listrik. Sebab, bahan baku pembuatan mobil listrik semuanya ada di Indonesia.

"Nah mobil listrik ini, sekarang. Saya salah satu yang paling ngotot mengenai hal ini. Kenapa? hampir 96 persen, itu mobil di Indonesia dipakai mobil Jepang, ndak ada mobil lain," ungkap Luhut seperti detikcom kutip, Senin (7/9) dari webinar yang bertajuk Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik dan Infrastruktur Pendukung yang diunggah di Youtube IA ITB SUMUT.

"Sekarang dengan masuk mobil listrik, kita bisa masuk jadi pemain. Mobil dalam negeri," tegasnya.

Menurut Luhut kandungan di bumi Indonesia bisa menjadi bahan baku pembuatan mobil listrik, mulai dari sasis hingga baterainya. Terlebih, membuat mobil listrik tidak serumit membuat mesin bahan bakar.

"Kenapa? karena dia (mobil listrik) hanya butuh lithium baterai, dan kedua motornya saja, dia tidak butuh engine," kata Luhut.

Di sisi lain hilirisasi sektor mineral dan batu bara (minerba) perlu diupayakan dalam rangka mengejar keputusan Eropa yang tidak lagi menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak pada 2030.

Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama kendaraan listrik. Menurut Luhut, hal ini juga dilihat dari pangsa pasar di negara Asean dan Afrika.

"Kita akan bisa bersaing, dan letak strategis Indonesia kita akan bisa masuk sampai pasar Indonesia sendiri 273 juta, Asean itu 600 sekian juga, kita masuk di Afrika karena ada hubungan Indonesia-Africa Forum, itu kita bisa masuk sampai mungkin Pantai Timur daripada Afrika itu mungkin beberapa ratus juta, market kita itu lebih dari satu miliar," jelas Luhut.

Senada dengan hal tersebut, Penasehat Khusus Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Satryo Soemantri mengatakan Indonesia sudah siap bersaing membangun mobil listrik, ketimbang memilih internal combustion engine.

"Momentum ini adalah momentum yang tidak boleh kita abaikan inilah saatnya Indonesia bangkit, kalau kita ingin mempunyai industri yang kokoh, industri nasional, mengapa demikian? teknologi mobil listrik, adalah teknologi yang paling sederhana bandingkan dengan teknologi combustion engine, kita di Indonesia ini sudah lebih dari mungkin 50 tahun tidak pernah bisa membuat engine, dengan adanya mobil listrik kita hanya butuh baterai, kemudian motor listrik, dan kontroller. Itu semua bisa kita laksanakan," jelas Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Covid-19 di Bali Meningkat, Luhut Batasi Kunjungan Turis"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com