Klakson Ini Nggak Bikin Emosi, Suaranya Mirip Telolet

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 16 Agu 2020 18:17 WIB
Tak menyulut emosi, klakson ini bikin happy
Tak menyulut emosi, klakson ini bikin happy. Foto: Autoevolution.
Jakarta -

Klakson menjadi fitur wajib kendaraan baik motor, mobil, dan alat transportasi lainnya. Fungsinya tidak berubah dari dulu hingga sekarang, yakni alat berkomunikasi antarpengguna jalan. Tapi sebuah perusahaan menciptakan klakson yang bikin bahagia tanpa menyulut emosi.

Mengutip dari Autoevolution, Minggu (16/8/2020) produk itu bernama "honk happy", ini bisa mencegah ketersinggungan antarpengendara lantaran membunyikan klakson. Itu biasa terjadi jika klakson dibunyikan secara asal-asalan dan bukan untuk mengingatkan pengendara lain.

Honk Happy menggunakan klakson desibel yang lebih rendah dibandingkan dengan versi standar yang dipasang oleh produsen. Klakson ini dilengkapi unit mikrokontroler yang menghasilkan bip dua nada yang selalu sama setiap saat, mirip dengan suara telolet. Frekuensi dan intervalnya telah dikonfigurasi oleh seorang ahli suara agar seseorang tidak terpancing emosi.

"Honk Happy diciptakan oleh komposer dan spesialis audio John Wierman. Dia memiliki latar belakang dalam menciptakan musik dan efek suara untuk trailer film. Dia menciptakan Honk Happy dengan pengetahuan bahwa suara dan nada dapat memunculkan emosi tertentu pada orang-orang," jelas pencipta perangkat tersebut.

"Dia menemukan bahwa dua nada yang meniru nada yang kita gunakan saat mengatakan 'permisi', kita bisa mendapatkan perhatian pengemudi yang terganggu tanpa reaksi kemarahan di jalan yang negatif atau bahkan berbahaya," tambahnya.

[Gambas:Youtube]




Dikutip dari Carandadvice, klakson awalnya merupakan nama sebuah merek "Klaxon", yang digagas oleh Franklyn Hallett Lovell Jr. Nama itu diambil dari kata Yunani "klaxo", yang berarti "menjerit".

Sesuai namanya, klaxon memiliki suara yang unik, kurang lebih seperti sebuah jeritan yang tertahan. Sekali tekan bunyi klakson pada awal ini tidak mengeluarkan "tin" seperti sekarang.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Syarat laik jalan ditentukan oleh kinerja kendaraan bermotor yang bisa diukur, salah satunya adalah suara klakson. Aturan ini dimuat dalam Pasal 48.

Aturan lebih terperinci soal klakson ada di Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Klakson harus bisa mengeluarkan bunyi.

"Klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf d harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi," demikian bunyi Pasal 39.

Suara klakson diatur di Pasal 69. Suara klakson paling rendah 83 desibel (dB) dan paling tinggi 118 dB.



Simak Video "Dengan Cara Ini, Polisi Mumbai Bikin Kapok Orang yang Hobi Klakson"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)