Rabu, 12 Agu 2020 14:50 WIB

Daihatsu Sirion di Malaysia Di-recall karena Masalah Fuel Pump

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil Favorit Malaysia Perodua Myvi atau Daihatsu Sirion di Malaysia. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Kuala Lumpur -

Recall mobil akibat komponen pompa bahan bakar atau fuel pump juga merembet ke city car Daihatsu Sirion. Di Malaysia, mobil yang dijual dengan nama Perodua Myvi itu di-recall karena masalah fuel pump.

Seperti dilansir WapCar, Perodua memanggil konsumen Perodua Myvi di Malaysia untuk perbaikan di bagian fuel pump. Laman itu melaporkan, masalah fuel pump mempengaruhi Perodua Myvi produksi 2018 dan 2019. Tak disebutkan berapa banyak mobil yang terpengaruh dalam perbaikan fuel pump tersebut di Malaysia.

Meski begitu, Perodua telah melayangkan surat undangan kepada pemilik Perodua Myvi untuk mengunjungi bengkel agar mobilnya dilakukan pemeriksaan.

"Tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk melakukan inspeksi pada kendaraan Anda dan mengganti komponen terkait, yaitu pompa bahan bakar jika diperlukan. Pelaksanaan ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam," tulis Perodua dalam surat yang dilayangkan kepada konsumen Perodua Myvi. Pemeriksaan dan perbaikan itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Mengutip laman Paultan, tidak semua Perodua Myvi atau Daihatsu Sirion di Malaysia terlibat recall fuel pump. Mobil yang diproduksi mulai Oktober 2019 dan seterusnya tidak terpengaruh.

Kata pihak Perodua, unit Myvi 2018-2019 yang terlibat, masalah dengan pompa bahan bakar hanya muncul setelah jarak tempuh tertentu. Di bawah ambang batas itu, kemungkinan kegagalan fuel pump cukup rendah.

"Oleh karena itu, kami memilih untuk hanya menghubungi pemilik yang kendaraannya telah melewati jarak tempuh tertentu, karena kemungkinan masalah terjadi lebih tinggi," kata Presiden dan CEO Perodua, Datuk Zainal Abidin Ahmad dikutip Paultan.

"Dalam hal ini, masalah pada pompa bahan bakar hanya terjadi saat kendaraan tidak bergerak, bukan saat sedang bergerak. SOP kami di sini adalah menghubungi langsung pelanggan kami," katanya.

Masalah fuel pump ini sebelumnya juga merambat ke mobil-mobil Jepang yang dijual di Indonesia. Pertama Mitsubishi mengumumkan recall Mitsubishi Xpander, kemudian Nissan Livina yang merupakan kembaran Xpander, lalu Honda me-recall 85.025 unit mobil di Indonesia termasuk Brio, Mobilio hingga CR-V, dan terakhir Toyota yang mengumumkan recall 36.841 unit mobil di Indonesia, termasuk Fortuner dan Innova.

Masalahnya sama, ada potensi mekanisme dari baling-baling rotor pompa bahan bakar yang bisa berubah bentuk seiring waktu. Hal ini dapat menyebabkan pompa bahan bakar tidak dapat beroperasi, sehingga mesin menjadi kasar/tidak bisa berputar (mati) dalam kecepatan rendah. Dan pada situasi yang jarang terjadi mesin dapat mati saat berkendara pada kecepatan tinggi, hal ini dapat berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Recall mobil akibat fuel pump bermasalah ini terjadi secara global. Di dunia, Toyota me-recall 3,2 juta unit mobil dan Honda mengumumkan recall terhadap 1,4 juta unit mobil secara global karena masalah fuel pump.



Simak Video "Review Yaris 2020, Senjata Toyota Lawan Honda Jazz"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com