Kamis, 30 Jul 2020 18:34 WIB

Tahun 2030, 1/3 Mobil Baru Bertenaga Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Bluebird mengoperasikan armada taksi listrik pertama. Bluebird menggunakan merk BYD e6 A/T sedangkan Silverbird, Tesla Model X 75D A/T. Mobil listrik. (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Kendaraan listrik diprediksi akan berkembang pesat. Kebutuhan akan kendaraan ramah lingkungan di saat pemanasan global saat ini menjadi salah satu penentunya.

Bahkan menurut sebuah studi, populasi mobil listrik diprediksi akan meledak secara global. Sepertiga penjualan mobil baru nantinya akan dikuasai oleh mobil listrik.

Hal itu sesuai studi yang dilakukan oleh Deloitte, seperti dilansir Autocar. Disebutkan, sepertiga mobil baru pada tahun 2030 adalah mobil listrik. Penelitian itu memperkirakan bahwa sekitar 31,1 juta mobil listrik akan terjual saban tahun mulai 2030.

Angka itu 10 juta lebih banyak dibandingkan dengan perkiraan terakhir yang disampaikan Januari 2019 lalu. Menariknya, studi itu mengemukakan bahwa puncak penjualan mobil bensin dan diesel kemungkinan besar sudah terjadi.

Penjualan mobil secara global saat ini memang terpukul oleh pandemi virus Corona (COVID-19). Prediksinya, penjuallan mobil secara global belum bisa pulih ke level sebelum pandemi sampai 2024.

Meski begitu, penjualan mobil listrik diperkirakan mencapai 2,5 juta unit untuk tahun ini saja. Pertumbuhan penjualan mobil listrik akan meningkat sebesar 29% setiap tahun.

Artinya, penjualan mobil listrik pada 2025 akan meningkat menjadi 11,2 juta unit. Kemudian pada 2030 penjualannya mencapai 31,1 juta unit.

"Harga mahal yang melekat pada banyak kendaraan listrik membatasi beberapa pembeli awal. Tapi, karena biaya kendaraan listrik akan mirip dengan bensin dan diesel, calon pembeli (mobil listrik) akan meningkat," kata Kepala Kendaraan listrik Deloitte Jamie Hamilton.

"Jajaran kendaraan listrik baru yang lebih luas, dikombinasikan dengan pasar barang bekas yang berkembang, berarti kendaraan listrik menjadi pilihan yang lebih layak bagi banyak orang," tambah Hamilton.

Faktor lain yang membuat mobil listrik semakin laris adalah insentif yang didukung pemerintah, peraturan emisi yang lebih ketat, serta beragam model yang tersedia di pasar.

Hanya, hal yang membuat beberapa konsumen ragu, menurut Deloitte, adalah jarak yang relatif pendek yang bisa ditempuh mobil listrik dibanding bensin dan diesel dan kurangnya infrastruktur pengisian daya.



Simak Video "Mobil Listrik Anak Bangsa, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com