Kamis, 09 Apr 2020 13:53 WIB

Toyota Pede Masih Ada yang Mau Beli Mobil di Masa Pandemi

M Luthfi Andika - detikOto
Auto2000 Resmikan diler di Pontianak Ilustrasi diler Auto2000 (Auto2000)
Jakarta -

Pandemi virus Corona yang membuat berbagai industri mandek dan berujung pada penurunan perekonomian. Meski demikian, Toyota Astra Motor (TAM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota di Indonesia yakin masih ada konsumen yang ingin membeli kendaraan di tengah pandemu.

"Kadang kita melihat hanya berapa-berapa yang turun pasar (model tertentu-Red). Tapi menurut saya, tetap ada konsumen yang membeli kendaraan karena kebutuhan. Berarti masih ada pasar, belum lagi masih ada banyak konsumen butuh servis mobil," ujar Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmy Suwandi, kepada detik.com.

Meski demikian, Anton tidak tutup mata bahwa ada juga konsumen yang menahan diri untuk membeli kendaraan. Anton pun mengartikan industri otomotif akan bangkit setelah masa pandemi virus Corona.

"Kedua, betul banyak konsumen sekarang pending membeli (membeli kendaraan-Red). Tapi setelah COVID-19, harapannya mereka akan memutuskan pembelian kendaran," Anton menambahkan.

Toyota sebelumnya tak menyangkal kalau penjualan kendaraan menjadi seret terpengaruh pandemi corona. Namun begitu, mereka tak berniat memberikan diskon besar-besaran.

Toyota-Astra Motor (TAM) melaporkan penurunan penjualan pada Maret 2020, terutama penjualan secara retail sales (penjualan langsung dari dealer ke konsumen). Meski penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) tak berbeda jauh dari pencapaian Februari, retail sales Toyota bulan Maret disebut anjlok.

"Secara supply masih angka yang sama dengan Februari, 25.000-an (unit). Retail salesnya turun lumayan jauh jadi 17.000-an (23.884 unit pada Februari 2020). Kenanya di 1-2 minggu terakhir, semenjak mulai work from home, social distancing dan lain-lain," ujar Interactive Communication Department Head PT Toyota Astra Motor, Dimas Aska, dalam kesempatan bincang santai dengan wartawan melalui video conference, Selasa (7/4/2020) kemarin.

"Diskon itu tidak directly program, itu kan marketing gimmick. Mungkin nilainya sama tapi di tiap tempat (dealer) nilai (bentuk)-nya beda. Kayak satu dealer seolah-olah diskon Rp 5 juta, tapi sebenarnya dapat barang-barang lain misalkan kaca film seharga Rp 5 juta. Tapi kalau untuk di masa-masa sekarang justru kayak DP rendah, cicilan flat 3 tahun, program-program installment (cicilan) cuma Rp 1,9 juta dan lain-lain. Jadi dealer tetap bisa bantu. Diskonnya normal-normal aja," ujar Dimas.

Selama masa pandemi COVID-19 ini, Toyota menawarkan program khusus bagi pelanggan yang berprofesi sebagai tenaga medis (perawat dan dokter). Tenaga kesehatan bisa membeli mobil dengan tingkat suku bunga yang dimulai dari 0% untuk jangka kredit satu tahun, 1% untuk jangka kredit dua tahun, dan 2% untuk jangka kredit tiga tahun.

Untuk kalangan umum, menurut Dimas, ada penawaran menarik berupa special rate (suku bunga) mulai dari 3,7% serta flat selama 3 tahun.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com