Kamis, 09 Apr 2020 11:24 WIB

Kontribusi Pabrik Mobil RI Kembangkan Ventilator untuk Pasien Corona

Rangga Rahadiansyah - detikOto
A medical staff checks on a ventilator of an intensive care unit at a newly inaugurated hospital by the Tamil Nadu state during a government-imposed nationwide lockdown as a preventive measure against the COVID-19 coronavirus, in Chennai on March 27, 2020. (Photo by Arun SANKAR / AFP) Ilustrasi ventilator untuk pasien Corona. Foto: AFP/ARUN SANKAR
Jakarta -

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta industri otomotif untuk membantu pengembangan ventilator atau alat bantu pernapasan untuk pasien virus Corona (COVID-19).

Dalam pernyataan resminya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai perusahaan yang memproduksi mobil Toyota di Indonesia menyebutkan akan berpartisipasi dalam mengembangkan alat bantu pernapasan atau ventilator. Pengembangan ini dilakukan bersama perusahaan lokal, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya di bawah arahan Kementerian Perindustrian RI.

"Di saat yang sulit ini, ketika masyarakat Indonesia bersama-sama berjuang melawan penyebaran COVID-19 dan di mana banyak Industri Kecil Menengah (IKM) lokal yang terkena dampak pandemi ini, kami turut ambil bagian dalam memberikan dukungan penuh pada salah satu IKM lokal yang memiliki kemampuan teknikal dan rekam jejak manufaktur yang sangat baik, sehingga mereka dapat mengembangkan prototipe ventilator dan ke depannya diharapkan dapat melakukan produksi di dalam negeri," tulis TMMIN dalam siaran persnya.

Menurut Direktur Administrasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam, pihaknya memang tidak terlibat langsung dalam pengembangan atau produksi alat kesehatan tersebut.

"Dukungan yang kami berikan berupa transfer pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan manufaktur yang efisien dengan harapan dapat membantu mempercepat pengembangan ventilator tersebut," ujar Bob.

Dalam siaran pers Kementerian Perindustrian, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia memiliki kesiapan dan kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan seperti ventilator atau alat bantu pernapasan.

"Kami mendapat laporan, tim dari perguruan tinggi sudah memiliki mitra dalam upaya memproduksi ventilator. Namun, mereka punya keterbatasan khususnya terkait ketersediaan bahan baku dan rantai pasok," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Adapun empat perguruan tinggi yang sedang melakukan proses produksi ventilator di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Institut Teknologi Bandung.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com