Kamis, 09 Jan 2020 16:33 WIB

Mimpi Ghosn Bikin Aliansi Nissan Jadi Raja Otomotif Dunia Kandas

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: REUTERS / Issei Kato


Dia menyebut, di bawah kepemimpinannya aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi lebih memiliki visi yang jelas untuk masa depan.

"Mereka membalik halaman yang salah karena tidak ada lagi keuntungan, tidak ada lagi pertumbuhan, tidak ada lagi inisiatif strategis, tidak ada lagi teknologi, tidak ada lagi aliansi. Apa yang kita lihat hari ini adalah penyamaran aliansi," ujarnya.

Padahal, jika FCA gabung dengan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, bisa saja aliansi ini menjadi raja otomotif dunia. Tahun 2018 lalu, angka penjualan aliansi ini masih di bawah Volkswagen Group. VW Group menjual 10,83 juta unit mobil pada 2018 sementara Renault-Nissan-Mitsubishi 10,76 juta unit. Kalau digabung dengan FCA jika jadi gabung aliansi, maka penjualannya bisa melampaui VW Group.



Menurut seorang analis Mediobanca, kalau FCA bergabung ke aliansi Renault bakal semakin besar. "Dengan asumsi Nissan ikut serta dalam kesepakatan, aliansi itu bisa menjual lebih dari 15 juta unit per tahun dengan skala ekonomi yang jelas," katanya dikutip Reuters.

Sayang, Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan grup Peugeot S.A (PSA) telah menandatangani kesepakatan merger 50:50 yang berarti mimpi Ghosn membuat aliansinya menjadi raja otomotif kandas.
Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com