Kamis, 12 Des 2019 16:51 WIB

Harga Toyota Supra Naik, Selisihnya Hampir Seharga Agya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Toyota GR Supra. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) DKI Jakarta resmi mulai dinaikkan. Hal itu berimbas pada harga on the road mobil yang dijual. PT Toyota-Astra Motor (TAM) telah merilis harga baru mobil Toyota yang dijual di Indonesia. Rata-rata, harga mobil Toyota naik sekitar 2%.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada mobil sport Toyota GR Supra. Banderol Toyota GR Supra naik 6,5% dari Rp 1.995.000.000 menjadi Rp 2.125.700.000.



Selisihnya memang cukup besar. Bahkan, selisih harga Toyota GR Supra yang lama dan yang baru mencapai Rp 130,7 juta.

Selisih harga Toyota GR Supra itu hampir setara dengan harga Toyota Agya. Karena BBN-KB DKI Jakarta naik menjadi 12,5 persen, Toyota Agya juga mengalami kenaikan harga. Yang paling murah, Toyota Agya kini dijual Rp 141.300.000, naik dari Rp 138.200.000.



Sementara itu, beberapa mobil Toyota lainnya ikutan naik. Misalnya Avanza yang naik Rp 4,1 juta, Calya naik Rp 2,6-3 juta, Innova yang naik Rp 7,5 juta, Vios naik Rp 6,9 juta, Altis naik Rp 8,9 sampai Rp 9,4 juta, Altis hybrid naik Rp 10,5 juta, Camry dan Camry hybrid naik Rp 13,7 juta, Agya naik Rp 3,1 juta, Yaris naik Rp 5,6 juta, Sienta naik Rp 5,8 juta, Voxy naik 9,7 juta, Vellfire naik Rp 27,5 juta, Alphard naik Rp 27,5-35,9 juta, Rush naik Rp 5,4 juta, Fortuner naik 11,1 juta, C-HR naik Rp 10,3-10,54 juta, Land Cruiser naik Rp 49 juta, dan Toyota FT 86 naik Rp 17 juta.

[Gambas:Youtube]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com