ADVERTISEMENT

Datsun Pamit, Apa Dampaknya Terhadap Industri Otomotif RI?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 27 Nov 2019 09:29 WIB
Pabrik Datsun di Purwakarta. Foto: detikOto
Jakarta - Datsun memutuskan tidak lagi memperpanjang kegiatan bisnisnya di Indonesia. Merek yang berada di bawah naungan Nissan ini dikabarkan menyudahi produksi mobilnya di Indonesia mulai Januari 2020.

Lalu bagaimana dampaknya terhadap industri otomotif di Indonesia?

"Ini hal yang wajar. (Namanya) bisnis. Masalah persaingan produk aja," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).



Adapun alasan hengkangnya Datsun dari Indonesia, menurut Putu dikarenakan PT Nissan Motor Indonesia sebagai induk perusahaan Datsun di Indonesia akan mengubah strategi bisnis.

"Mereka itu kan karena di dalam negeri saja pasarnya, dengan keadaan agak turun, sehingga mereka kemarin penjualannya tidak cukup untuk menjalani usaha. Jadi skala ekonominya nggak pas. Jadi mereka mengubah strateginya. Oke Datsun Go dan Go + dihentikan dulu (produksinya) untuk mengembangkan komponen engine," lanjut Putu.

Lanjut Putu, fasilitas produksi Datsun akan dimanfaatkan untuk membuat komponen mesin Nissan Livina.



"Jadi yang kemarin (mesin Livina) diimpor dari Jepang, sekarang dikerjakan dalam negeri," ujar Putu.

"Nah itu berarti kerja sama juga dengan Mitsubishi untuk memproduksi New Livina, gitu. Ya itu (kemarin) dalam proses. Pendalamannya (baru) sekarang," lanjutnya.

Selain akan memproduksi mesin Livina, menurut Putu, Nissan juga akan melakukan kajian kendaraan ramah lingkungan.

"Core bisnisnya Nissan (global) ini kan electric vehicle. Dia punya Leaf, punya e-Power. Nah ini yang sedang dia perdalam juga, sedang dilakukan kajian untuk mendorong itu di Indonesia," pungkasnya.

Simak Video "Deretan Mobil yang 'Punah' di Kelas Mobil Murah"
[Gambas:Video 20detik]

(lua/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT