Jumat, 22 Nov 2019 07:45 WIB

Round-Up

Chevrolet Baru Sadar Mobilnya Kemahalan

Rizki Pratama - detikOto
Cuci Gudang Rp 80 Juta, Mobil Chevy Diburu. Foto: Rizki Pratama


Diler Chevrolet Bertahan Hidup dari Servis

Satu-satunya perolehan keuntungan yang diperoleh oleh diler hanya dari layanan purnajual. Kendati demikian, layanan penjualan tetap dinilai sebagai sebuah bisnis yang masih menguntungkan.

"Di mana pun servis dan sparepart itu baik di diler maupun General Motors adalah bisnis yang menguntungkan asal dikelola dengan baik. Selama populasi mobil masih ada, itu adalah bisnis yang menguntungkan," kata Darto.



Melalui catatannya, Darto menghitung cukup untuk mengoperasikan bengkel tanpa harus melakukan penjualan. "Masih bisa tutup operasional, costnya juga lebih kecil," katanya.

Tidak hanya pihak diler, General Motors pun tentu juga masih dapat meraup untung karena mereka masih memegang jasa distribusi suku cadang. Suku cadang itu masih dipasok dari pabrik Chevrolet di Korea Selatan dan Thailand.

"Kalau satu outlet bengkel kita ini per bulan kurang lebih bisa Rp 1,5 sampai Rp 2 miliar. Kalau dia (GM) punya 20 outlet berarti Rp 20 miliar per tahun. Saya rasa bisnis itu nggak mau ditinggal sebagai seorang businessman, toh dia hanya butuh ruang kecil gudang. Saya rasa ketersediaan sparepart pasti dijaga karena ada nilai bisnis," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5


Simak Video "Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com