Senin, 18 Nov 2019 19:24 WIB

Mobil Amerika Cabut, Beratkah Persaingan Otomotif Indonesia?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Luthfy Syahban Foto: Luthfy Syahban
Kolaka - Beberapa merek mobil asal Amerika Serikat meninggalkan Indonesia. Setelah Ford hengkang, kini giliran Chevrolet yang memutuskan untuk menyudahi penjualan mobil mereka di Indonesia.

Hengkangnya Ford dan Chevrolet seakan membuktikan bahwa persaingan otomotif di Indonesia cukup ketat. Apalagi, penjualan mobil di Indonesia didominasi oleh pabrikan Jepang. Tapi, apakah seberat itu persaingan di pasar otomotif Indonesia sampai-sampai pabrikan Amerika cabut?



"Kalau saya bilang bukan berat atau nggak. Yang namanya persaingan atau bisnis otomotif itu ibaratnya lari marathon, bukan sprint. Kalau sprint sebentar saja sudah langsung selesai. Kalau otomotif itu marathon, karena dipakai lama," kata Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, di sela-sela acara Terios 7 Wonders di Kolaka, Sulawesi Tenggara, belum lama ini.

Menurutnya, persaingan industri otomotif yang diibaratkan lari marathon itu butuh banyak persiapan. Salah satunya adalah layanan purnajual yang menunjang.



"Memang rata-rata orang Indonesia 5 tahun sudah ganti mobil. Tapi mungkin mobil itu juga dipakai sampai puluhan tahun. Nah butuh apanya, butuh aftersales, kalau aftersales nggak mendukung, orang nggak mau beli," katanya.

Untuk berlari marhaton di industri otomotif Indonesia, menurut Amel perlu investasi banyak. "Perlu bikin outlet, bikin bengkel di mana-mana suapya bisa maksimal," sebutnya.

Simak Video "Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com