Kamis, 31 Okt 2019 10:44 WIB

Uniknya Orang RI, Baru Beli Mobil tapi Pikir Harga Jual Kembali

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Persaingan penjualan mobil di Indonesia memang sangat kompetitif. Bertahun-tahun pasar otomotif Indonesia didominasi oleh para pabrikan Jepang.

Dua tahun belakangan, mobil-mobil merek China mulai masuk menawarkan mobilnya dengan harga terjangkau untuk mendobrak dominasi mobil Jepang yang hadir lebih dulu. Tidak dimungkiri racikan mobil China kini mulai dilirik masyarakat Indonesia, sebut saja Wuling masuk menjadi 10 besar mobil terlaris di Indonesia.


Namun jualan mobil tidak terlalu manis bagi pabrikan Amerika, beberapa merk seperti Chevrolet, Ford, dan Chrsyler akhirnya pamit undur diri.

Pengamat otomotif Yannes M. Pasaribu mengatakan ada faktor lain yang membuat merek Amerika tidak bisa merebut hati konsumen Indonesia, selain membangun ekosistem industri, yakni harga jual kembali.

Ia mengatakan umumnya konsumen Indonesia tidak ingin rugi saat menjual mobilnya kembali. Lebih memilih mobil yang harga jualnya relatif stabil.


"Bukankah masih banyak orang Indonesia yang berpikiran untuk mendapatkan harga jual tinggi mobil yang akan mereka beli saat akan dijual kembali? Ini salah satu keunikan konsumen Indonesia yang terlewat oleh Amerika," kata Yannes kepada detikcom melalui pesan singkat, Rabu (30/10/2019).

Yannes menyoroti ada salah satu pabrikan yang mulai memperhatikan hal tersebut, yakni raksasa otomotif Toyota.

"Mari kita lihat upaya konstruktif Toyota, mereka bahkan mendirikan Mobil 88 (penjual mobil bekas) untuk menjaga harga used market produk mereka agar tetap tinggi," ujar Yannes.

Simak Video "Jelang DWP, Yaris Gelar Event Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com