Sabtu, 26 Okt 2019 10:51 WIB

Meski Makin Mahal, Konsumen LCGC Tidak Akan Pindah ke LMPV

Luthfi Anshori - detikOto
Mobil-mobil LCGC/Foto: detikOto Mobil-mobil LCGC/Foto: detikOto
Jakarta - Harga mobil di segmen LCGC (Low Cost Green Car) dipastikan akan naik lagi seiring terbitnya aturan aturan baru Pajak Penyesuaian Atas Barang Mewah (PPnBM). Dalam aturan yang tertuang di PP Nomor 73 Tahun 2019, PPnBM LCGC disebut naik 3%.

Lalu dengan makin mahalnya harga mobil LCGC, apakah nantinya konsumen di segmen ini akan pindah haluan ke mobil jenis Low MPV (Multi Purpose Vehicle)?

Menjawab hal itu, Director Business Innovation and Sales & Marketing Honda Prospect Motor Yusak Billy, mengatakan konsumen mobil LCGC tidak lantas pindah ke mobil LMPV karena selisih harga yang makin menipis.



"Karena semua model akan kena impact-nya ya. Bukan hanya ke LCGC," kata Yusak kepada detikcom, Kamis (24/10/2019).

"Semakin baik gas buangnya semakin rendah tax-nya. Untuk LMPV, tax paling rendahnya menjadi 15%. Naik 5% dari 10%. Jadi tidak bisa dibilang juga (konsumen) LCGC akan bergeser ke LMPV," lanjut Yusak.

Terlepas dari harganya yang makin mahal dan marketnya yang makin turun, Yusak berpandangan mobil LCGC tetap memiliki peminat dan terus akan dibutuhkan oleh konsumen di Tanah Air. Mobil LCGC masih diperlukan oleh konsumen yang baru pertama kali membeli mobil.



"Menurut saya pasar LCGC masih baik ya. Karena target market first time buyer yaitu pengganti dari sepeda motor masih tinggi," terang Yusak.

Yusak juga berpendapat kenaikan PPnBM 3% di mobil LCGC, tidak akan membuat harganya naik signifikan.

"Ya, memang PPnBM untuk LCGC akan naik 3% di Oktober 2021. PPnBM itu dihitung dari DPP jadi tidak terlalu besar.
Dan seharusnya (PPnBM 3%) tidak membuat harga mobil LCGC naik signifikan," ujarnya.

Simak Video "Primadona Baru di Kelas Low MPV"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com