Kamis, 05 Sep 2019 13:53 WIB

Ramai Mobil Listrik, SPBU Masih Dibutuhkan 10 Tahun Lagi

Ridwan Arifin - detikOto
SPBU Pertamina Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Memasuki era kendaraan listrik, tentu bakal mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Namun Pertamina memprediksi sampai tahun 2035 SPBU masih diperlukan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Vice Presiden Riset Teknologi Planning & Commercial PT Pertamina Persero Andianto Hidayat di sela-sela Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).



"SPBU diprediksi kebutuhan pasar masih berlanjut, sampai tahun 2035 itu masih perlu," kata Andianto.

Ia mengatakan sebenarnya Indonesia masih memiliki sumber eksplorasi namun posisinya yang dinilai tidak ekonomis akan membuat biaya produksi lebih mahal. "Sekarang sudah kecil, kemudian daerahnya remote di dalam laut. Ya makin mahal. Ada tetapi makin sulit, eksplorasi mahal. Atau tidak terkonsentrasi besar dalam satu titik cekungan," ujar Andianto.

Maka dari itu selain menggunakan renewable energy, Pertamina juga tengah menyambut era kendaraan listrik dengan membuat baterai.

"Karena Pertamina ini domainnya bahan bakar cair maka kami juga selain mengembangkan green fuel yang menggunakan bahan baku vegetables oil. Kita berencana mengembangkan pabrik baterai nasional, lithium ion ya," ujar Andianto

Sebelumnya, pemerintah telah resmi mengeluarkan aturan tentang mobil listrik. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai untuk Transportasi Jalan.

Simak Video " Polri Pamer Desain Pelat Nomor Mobil Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com