Jumat, 30 Agu 2019 08:14 WIB

Kendaraan Listrik Diharapkan Tak Cuma Kurangi Emisi

Ridwan Arifin - detikOto
Bus listrik TransJakarta. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah bergegas beralih menggunakan kendaraan listrik baik pribadi maupun angkutan massal. Hal itu didukung melalui Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Di dalam perpres kendaraan listrik, pemerintah memberikan insentif berupa insentif fiskal seperti keringanan pajak dan insentif non-fiskal seperti pembebasan ganjil-genap. Namun Ketua Komisi V DPR RI Fahri Djemi Francis berharap insentif non-fiskal yang diberikan pemerintah juga mendorong orang untuk beralih ke angkutan umum.



"Selain memberikan insentif yang tepat sasaran, insentif gratis parkir juga dilakukan di China, dan juga bebas ganjil-genap yang sudah ditetapkan di Indonesia," ujar Fahri dalam Forum Perhubungan yang diselenggarakan detikcom bersama Kementerian Perhubungan di Hotel Harris Vertue, Harmoni, Jakarta, Kamis (28/8/2019).

Ia berharap penggunaan kendaraan listrik tidak hanya mengurangi emisi dari kendaraan bermotor. Lebih dari itu, ia berharap bisa mendorong orang beralih ke transportasi umum, sehingga volume kendaraan di jalan berkurang dan kemacetan bisa teratasi.

Taksi Listrik Blue Bird. Taksi Listrik Blue Bird. Foto: Rifkianto Nugroho


"Beberapa insentif lain juga diberikan, karena yang dilihat kendaraan pribadi menjadi pengguna kendaraan umum. Apabila (insentif) gratis parkir dan ganjil-genap tidak akan mengurangi (jumlah kendaraan) dan masih berpotensi meningkatkan commuter (tidak menyelesaikan kemacetan di jalan raya-Red)," kata Fahri.



Upaya penggunaan kendaraan listrik juga tengah dilakukan PT Transportasi Jakarta. TransJakarta kini sedang menguji armada bus listrik.

Senada dengan Fahri, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono menyatakan kendaraan umum berbasis listrik bisa menjadi solusi untuk lingkungan. Apalagi bila warga mau beralih ke angkutan umum.

Bus Listrik. Bus Listrik. Foto: Grandyos Zafna


"Kendaraan listrik angkutan umum seperti TransJakarta atau taksi, satu mengurangi emisi polusi, yang kedua mengurangi kemacetan. Kalau kendaraan pribadi yang listrik hanya mengurangi emisi saja (saat jumlah atau volumenya sama dengan mobil konvensional)," ujar Agung dalam kesempatan yang sama.

Simak Video "Support Kendaraan Listrik, Pemprov DKI: Pengecualian Aturan Gage"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com