Kamis, 29 Agu 2019 13:02 WIB

Benarkah Mobil Menteri Sekelas Toyota Crown Rentan Mogok?

Dina Rayanti - detikOto
Mobil menteri Toyota Crown Royal Saloon. Foto: Lamhot Aritonang Mobil menteri Toyota Crown Royal Saloon. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Para menteri di bawah kepemimpinan Joko Widodo periode 2019-2024 akan mendapatkan mobil baru berupa Toyota Crown 2.5 HV G-Executive untuk digunakan sebagai kendaraan dinas.

Sebelumnya para menteri menumpangi Toyota Crown Royal Saloon warisan dari para pembantu presiden periode untuk menunjang pekerjaannya. Namun seiring dengan usia mobil yang sudah uzur, pemerintah memutuskan untuk mengganti mobil tersebut.

Kondisi mobil pun disebut sudah tidak prima dan beberapa kali kedapatan rusak. Hal itu dialami oleh beberapa menteri di era Kabinet Kerja. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahkan sempat bercerita jika Toyota Crown keluaran tahun 2009 tunggangannya itu sering mogok. Tjahjo bahkan terpaksa untuk menggunakan mobil patwal.


"Mobil dinas menteri yang saya pakai dalam acara resmi pembuatan kalau tidak salah 2009, sudah 10 tahun jadi mobil dinas. Mobil dinas Crown yang saya pakai masih bisa jalan dan dipakai, walau saya sering turun di jalan pindah ke mobil patwal karena mendadak mogok di jalan dan biaya perbaikan cukup mahal, walau kantor yang bayar," kata Tjahjo belum lama ini.

Hal itu tentu memunculkan pertanyaan tersendiri. Benarkah sedan kelas atas seperti Toyota Crown umurnya pendek dan rentan rusak? Padahal di beberapa negara termasuk Indonesia, mobil-mobil keluaran Toyota terkenal awet dan tahan lama.


"Tergantung kondisi penggunaanya juga, nggak cuma umur 10 tahun, kilometernya kemudian bagaimana penggunaannya selama ini itu kita harus tahu juga sih," ungkap Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy di MAJ Golf Senayan, Jakarta.

Saat pembelian mobil, pihak Toyota sebagai penyuplai kendaraan juga memberikan fasilitas berupa layanan servis gratis di diler-diler Auto2000. Tak ada keistimewaan bagi mobil para menteri ini ketika melakukan servis.


Seperti halnya kendaraan pribadi pada umumnya, mobil juga dibawa ke bengkel untuk dilakukan perawatan supaya bisa tahan lama.

"Kalau untuk model yang baru itu kita memberikan free service 5 tahun, kalau model yang lama itu 3 tahun. Umumnya kalau melihat model sekarang mobilnya datang ke bengkel karena peralatan lebih lengkap dan lain-lain," tutur Anton.

Simak Video "Calya Dipermak, Harga Naik Rp 2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com