Jumat, 16 Agu 2019 15:32 WIB

Demi Lokalisasi Mobil Listrik, Toyota Niat Bangun Pabrik Baterai

Rizki Pratama - detikOto
Toyota Foto: Ari Saputra Toyota Foto: Ari Saputra
Jakarta - Untuk mencapai target elektrifikasi di Indonesia yang dicanangkan melalui Perpres nomor 55 tahun 2019, produksi lokal menjadi harga mati. Pada tahun 2025 nanti 20 persen penjualan haruslah kontribusi dari mobil listrik. Lalu pada tahun 2024 Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai angka 60 persen.

Tentunya memerlukan banyak investasi untuk mencapai target pemerintah. Selain memodifikasi kemampuan produksi pabrik, Toyota sendiri di Indonesia berencana akan menambahkan satu pabrik khusus untuk membuat baterainya.



"Yang saya katakan tadi yang perlu di develop dan dipersiapkan adalah masalah baterainya, jadi supply dari baterainya. Bagaimana nanti kita punya pabrik untuk baterainya sendiri, karena baterai sampai saat ini belum ada pabriknya di Indonesia," timpalnya, kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmy Suwandi saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan.

Pabrik baterai milik Toyota yang akan dibangun di Indonesia pun nantinya hanya bertugas sebagai pemasok. Oleh karena itu perakitan mobil tetap dilakukan di pabrik yang ada saat ini.



"Itu (pabrik baterai mobil listrik) nanti hanya pemasok aja, jadi baterai ini kan salah satu komponen utama dari mobil listrik itu sendiri jadi baik hybrid maupun BEV butuh baterai, jadi tinggal ukurannya aja mau besar atau kecil," tambah Anton.

Target lokalisasi bagi Toyota pun bukan menjadi kendala besar mengingat mereka memiliki dua sumber produksi, yakni dari Toyota Motot Manufactur Indonesia (TMMIN) dan Astra Daihatsu Motor (ADM). Keduanya pun memiliki kans untuk menghasilkan mobil listrik nantinya bermek Toyota.



"Sebenarnya dari TAM banyak sekali sumbernya apakah itu dari pabrikan TMMIN apa dari ADM belum ada kepastian tapi bisa aja terjadi dari pabrik manapun," imbuhnya.

Untuk saat ini sendiri bisa dikatakan pabrik Toyota di Indonesia belum memiliki kapasitas untuk produksi mobil listrik di Indonesia. Meski begitu Anton cukup yakin dapat segera dilaksanakan demi mencapai target elektrifikasi 20 persen pada tahun 2025.



"Kita bilang sekarang siap ya belum, tapi kita tentu saja sedang mempersiapkan ke arah sana," katanya.

Dengan perpres saat ini berarti Toyota harus siap merakit mobil listrik pada tahun 2021 dengan TKDN 35 persen.

"Awal awal 35 persen still ok tapi ada target berikutnya makin besar. Udah pasti kita butuh dalam domestik pabrikan atau produksi untuk baterainya sendiri," tandasnya.

Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com