Namun bakal dijual dan diperkenalkannya Esemka Bima 1.2 liter dan 1.3 liter, bukan tanpa alasan. Seperti yang disampaikan Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya, di Hotel Gran Melia, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy juga menjelaskan alasan kenapa tidak Esemka Digdaya yang diluncurkan melainkan lebih memilih Esemka Bima untuk bisa melaju lebih dahulu di Indonesia.
Baca juga: Esemka Tegaskan Tak Ada Campur Tangan Jokowi |
"Fokus utama niaga, dilihat dari size kargonya, serta mesin 1.2 liter dan 1.3 liter bensin. Kenapa tidak Digdaya? Dalam managemen kami punya keputusan internal, akhirnya kami masuk ke ekonomi menengah. Kalau Digdaya di atasnya," kata Eddy.
"Lalu kenapa bukan SUV yang diperkenalkan lebih dahulu padahal sudah uji tipe lebih dahulu? Ini kan sebuah prototipe kemungkinan ke depannya kita akan memproduksinya. Kami sekarang memfokuskan pada pikap dan saat kita siap akan meluncurkan model lain akan kami putuskan," tambahnya.
(lth/rgr)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun