Nissan dan Datsun tengah dirundung permasalahan pemangkasan terhadap belasan ribu karyawannya di seluruh dunia. Salah satunya disebabkan mobil-mobil Nissan dan Datsun kurang diminati di pasaran.
Nissan yang cukup lama absen merilis mobil baru mulai bangkit pada pertengahan 2018 dengan merilis Terra. Diikuti setelahnya Serena dan Livina pada Februari 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mobil Baru Rp 100-an Juta, Apa Saja Pilihannya?
|
Foto: Rengga Sancaya
|
Memang mobil-mobil yang masuk daftar ini merupakan mobil bertransmisi manual. Berikut daftar lengkapnya:
1. Daihatsu Ayla
Mobil LCGC (Low Cost and Green Car) Daihatsu Ayla masih merupakan pilihan yang terjangkau. Ayla tipe D dengan transmisi manual bermesin 1.000 cc bisa detikers boyong ke garasi dengan harga Rp 98.150.000 saja.
2. Datsun GO
Mobil kedua yang bisa dibeli dengan kocek Rp 100 jutaan di kantong detikers adalah mobil LCGC Datsun.
Seperti halnya Ayla, mobil yang bisa detikers beli di kisaran ini adalah Datsun Go bertransmisi manual tipe D yang dijual seharga Rp 107.090.000
Meski mobil LCGC, Nissan Motor Indonesia mengklaim mobil ini sangat kuat dan bisa dibawa kemana saja. Hal ini sudah dibuktikan Nissan dengan perjalanan Datsun Risers Expedition ke berbagai daerah di Indonesia.
3. Suzuki Karimun Wagon R
Mobil ketiga untuk detikers dengan budget terbatas adalah Suzuki Karimun Wagon R tipe GA. Harganya cukup murah dan relatif masih terjangkau untuk kantong, yakni Rp 112.500.000
Tidak seperti LCGC lainnya, mobil ini mirip minibus mini. Dengan bodi yang kecil dan mesin yang lincah.
Mobil punya mesin 998 cc dengan tenaga 68 ps yang cukup oke untuk dibawa di perkotaan.
4. Daihatsu Sigra
Nah buat detikers yang ingin mobil dengan kapasitas penumpang yang lebih banyak tapi harganya tetap di kisaran Rp 100 juta, mungkin bisa pilih Daihatsu Sigra. Mobil LCGC 7 penumpang ini bisa detikers boyong dengan harga Rp 114.000.000.
5. Toyota Calya dan Agya
Untuk harga mobil berikutnya, ada Toyota Agya dan Calya yang harganya mepet di angka Rp 138 jutaan.
Agya bisa detikers bawa ke rumah dengan harga Rp 138,2 juta untuk tipe G manual. Sedangkan Calya bisa detikers boyong dengan harga sedikit lebih mahal Rp 138.850.000 untuk tipe E manual.
6. Honda Brio
Punya Rp 100 jutaan tapi ingin punya mobil Honda? Ya pilihannya paling adalah Honda Brio. Meski tergolong entry levelnya Honda, mobil ini cukup lengkap fiturnya.
Honda Brio bisa detikers bawa ke rumah dengan kocek Rp 140 juta.
7. Wuling Confero S
detikers juga bisa memilih mobil Wuling Confero S yang dijual di harga Rp 146.800.000. Mobil ini merupakan lawan Avanza tapi dengan harga yang jauh lebih murah.
8. Renault Kwid
Jika ingin punya mobil Eropa, Renault Kwid jadi pilihan detikers. Kwid Climber dipasarkan dalam dua varian. Varian manual dijual Rp 150.000.000 dan matik di angka Rp 160.000.000. Mobil impor asal India ini mengandalkan mesin 999 cc, DOHC, 3 silinder, dengan maksimum power mencapai 68 dk dan torsi 91 Nm.
2. Livina Rasa Xpander Juru Selamat Nissan, Bagaimana dengan Datsun?
|
Foto: Datsun Indonesia
|
Tak berhenti sampai di situ. Masuk tahun 2019, di bulan kedua Nissan langsung ngegas. Dua mobil langsung diluncurkan sekaligus yaitu Livina dan Serena. Adanya mobil baru itu membuat distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merangkak naik.
Kalau sebelumnya satu tahun Nissan hanya mampu membukukan 6.885 unit, tahun 2019 periode Januari hingga Juni 2019 distribusinya meningkat menjadi 7.176 unit. Masih ada enam bulan tersisa, sehingga sudah pasti penjualan tersebut akan semakin meningkat.
Turunnya penjualan Nissan dalam beberapa tahun terakhir juga dialami oleh Datsun. Tanpa perubahan wajah yang signifikan ditambah tak memiliki varian matik membuat Datsun sedikit kesulitan menghadapi kompetitornya.
Datsun yang pada tahun 2015 bisa mendistribusikan 29.538 unit, pada tahun 2017 hanya mampu mengirim 10.484 unit ke seluruh dilernya. Kemudian masuk tahun 2018, Datsun untuk pertama kalinya meluncurkan varian matik lewat Cross. Namun Cross tak masuk dalam segmen LCGC melainkan city car. Empat bulan berselang, Datsun kembali menghadirkan varian matik lewat Datsun Go.
Bagaimana dengan penjualannya? Tahun 2018, Cross tak memberikan kontribusi besar terhadap penjualan Datsun. Jika pada Maret Datsun Cross distribusinya mencapai 2.223 unit, bulan-bulan setelahnya langsung anjlok. Tak sampai 20 unit Cross bisa didistribusikan Datsun setiap bulannya.
Begitu juga dengan varian matik Datsun Go yang belum bisa berbicara banyak.
Tahun 2019, Datsun Cross tampak mulai pulih. Distribusinya kian membaik dari bulan ke bulannya. Januari 2019 distribusi Cross hanya 60 unit, sedangkan pada Juni meningkat menjadi 535 unit.
Pihak Datsun mengaku Cross masih butuh waktu untuk bersaing dengan para kompetitornya yang sudah lahir lebih dulu.
"Kami meluncurkan mobil baru, kami berkompetisi di pasar yang sangat ketat kompetisinya. Ini proses, ini butuh waktu. Sekali lagi, saya bilang kami di sini untuk masa depan," ucap Global Head of Datsun, Jose Roman beberapa waktu lalu.
3.Nissan Tak Lagi Produksi Mobil di Indonesia sejak Februari 2019
|
Foto: Wisma Putra
|
Hal itu terlihat dari data produksi yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Dari sana terlihat Nissan sudah absen memproduksi mobilnya sejak Februari 2019. Terakhir, pabrik Nissan memproduksi 180 unit mobil pada Januari 2019. Sementara Datsun hingga saat ini masih aktif memproduksi mobil-mobilnya di pabrik Nissan.
Di pabrik itu Datsun kabarnya memproduksi Go, Go+, dan Cross. Total pada periode Januari-Juni 2019, 2.596 unit mobil Datsun di pabrik Purwakarta.
Di pabriknya itu, Nissan diketahui sempat memproduksi mobil andalannya Grand Livina. Namun pada Februari 2019, sudah tak ada lagi Grand Livina yang diproduksi seiring dengan peluncuran model baru Livina.
Livina versi terbaru ini mengusung wajah yang sama persis dengan kembarannya Mitsubishi Xpander. Keduanya juga diproduksi berbarengan di pabrik Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI) kawasan GIIC, Delta Mas Cikarang. Sedangkan pabrik Nissan tampaknya bakal dimanfaatkan untuk memproduksi mesin Livina dan Xpander seperti yang pernah disampaikan pihak Mitsubishi beberapa waktu lalu.
"Kolaborasi dengan Nissan itu hanya soal merakit mesin Xpander saja di Nissan," ujar Head of Sales and Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Imam Choeru Cahya.
Sebelumnya isu soal Nissan berhenti memproduksi mobil di Indonesia sudah tersiar sejak Maret 2018. Namun buru-buru dibantah oleh pihak Nissan saat itu.
"Nissan punya komitmen yang kuat untuk konsumen di Indonesia dan juga network dan partner kami di Indonesia," ucap Regional Senior Vice President Asian dan Oseania Nissan, Yutaka Sanada di Filipina Maret 2018.
Di Indonesia, Nissan hingga kini menawarkan delapan modelnya untuk masyarakat Indonesia. Tercatat ada Livina, Serena, X-Trail, Terra, Navara, Elgrand, March, dan Juke. Serena dan Elgrand diboyong langsung dari Jepang. Sementara sisanya didatangkan dari Thailand.










































