Rabu, 17 Jul 2019 18:51 WIB

Supaya Dapat Rp 30 Juta, Sopir Truk Ditantang Lewati Rintangan Ini

Faidah Umu Sofuroh - detikOto
Foto: Faidah Umu Safuroh Foto: Faidah Umu Safuroh
Jakarta -

Sejak 2017, Hino mengadakan National Safety Driving Competition. Tahun ini ada lebih dari 1.500 pengemudi dari 850 perusahaan yang ikut dalam kompetisi. Dengan hadiah utama Rp 30 juta, 19 grand finalis harus melewati beberapa tes skill untuk meraih gelar juara.

"Hino Safety Driving Competition bertujuan agar pengemudi mendapatkan pengalaman berharga. Selain itu, kami berharap pengemudi dapat menularkan ilmu yang telah didapat kepada sesama driver. Sehingga terciptalah pengemudi yang aman dan berkendara sesuai peraturan. Dan pada akhirnya bisnis akan berjalan dengan lancar dan aman," kata Direktur Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko Wardoyo PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Jatake, Tangerang, Banten, Rabu (17/7/2019).

Ada beberapa skill yang akan dites di hari pertama kompetisi. Salah satu tes yang harus dilalui oleh 19 grand finalis ini tes keahlian mengemudi zig-zag. Pengemudi harus bisa mengemudi secara zig-zag di area yang telah di tentukan tanpa menabrak traffic cone. Skill ini dibutuhkan para pengemudi supaya dapat tetap melaju dengan baik meskipun ada penghalang di sekitarnya.

Skill mengemudi di jalan yang sempit juga diujikan dalam kompetisi safety driving tingkat nasional ini. Badan kendaraan yang besar sangat mungkin menyerempet kendaraan-kendaraan di sekitarnya. Oleh karena itu, supir truk harus menguasai keahlian berkendara di jalan yang sempit, di mana tak terlalu banyak ruang untuk bergerak. Di tes ini pengemudi akan dilatih tentang kecermatan dalam mengendarai kendaraannya.

"Edukasi ini terus kami lakukan dan berkelanjutan demi keselamatan berkendara yang aman di jalan, karena para pengemudi sangat berharga bagi kami, perusahaan dan terutama keluarga mereka. Untuk itu kami ingin mereka pulang ke rumah dengan selamat," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pengemudi kendaraan besar juga harus teliti. Ketelitan ini akan diuji dalam tes blind spot, yakni melihat area yang tidak terlihat. Area ini meliputi bagian depan, bagian belakang, bagian samping kanan dan bagian samping kiri truk. Pengemudi harus waspada terhadap area yang tidak terlihat ini. Oleh karena itu tes blind spot menjadi salah satu rangkaian tes yang sangat penting.

Setelah tes keahlian atau skill test, pengemudi akan diuji juga untuk tes kehematan dalam mengemudi atau ecodriving. "Kemampuan pengemudi untuk menghemat bahan bakar juga akan diuji. Kalau terlalu sering gas rem gas rem itu kan akan menyebabkan keborosan bahan bakar, dan itu akan menyebabkan kerugian," terangnya.

Santiko mengungkapkan bahwa pengguna kendaraan besar harus didukung dengan keahlian yang baik. Jika tidak, akan berakibat fatal dan mencelakakan diri sendiri maupun lingkungan jika terjadi kecelakaan.

"Tujuan kami pengemudi mendapatkan pengalaman dan memiliki pengetahuan tentang berkendara yang aman. Hal itu akan didukung dengan skill yang baik," ungkapnya.

Akan ada pemenang atau juara dalam berbagai kategori. Di antaranya Skill Driving Champion, Economical Driving Champion, Safety Driving Knowledge Champion, Juara Favorit dan Grand Champion National Hino Safety Driving Competition.

Juara Favorit akan mendapatkan Rp 2 juta, Safety Driving Knowledge Champion, Skill Driving Champion, Economical Driving Champion masing-masing akan mendapatkan Rp 7 juta. Runner up mendapat Rp 15 juta, dan Grand Champion Rp 30 juta.


Supaya Dapat Rp 30 Juta, Sopir Truk Ditantang Lewati Rintangan Ini


(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed