Senin, 03 Jun 2019 10:48 WIB

Nasib Produsen Pelumas Sambut Era Kendaraan Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Era kendaraan listrik membuat komponen di mobil konvensional dihilangkan, satu diantaranya oli mesin. Dalam artian, jika industri kendaraan listrik sudah mapan maka secara otomatis permintaan terhadap pelumas akan hilang.

Vice President Director PT Federal Karyatama, Adrian Baskoro melihat dari Taksi Bluebird yang sudah lebih dulu mencontohkan. Menurutnya kendaraan listrik memiliki 'budaya' yang berbeda.

"Blue Bird Taxi juga sudah menerapkan. Kemudian ketika saya belajar di Cina, infrastrukturnya juga mesti disiapkan. Itu pun perjalanannya adalah perjalanan yang sudah terencana. Misalnya ke sekolah balik lagi. Kebanyakan orang-orang yang sekali jalan. Jadi sudah ketahuan ini, seperti pakai handphone pakai setengah jam, sudah itu balik lagi untuk charge," kata dia beberapa waktu lalu.


"Motor listrik juga seperti ini. Kita lihat, memang kebiasaannya seperti itu. Jadi sampai di rumah sudah di-charge lagi. Enggak bisa seperti kita yang pom bensin di mana-mana. Yang terbayang adalah akan ada banyak port tempat charger seperti di mal-mal, atau di airport," lanjutnya.

Secara lebih gamblang Adrian menjelaskan apabila kendaraan listrik membutuhkan pelumas, kebutuhannya akan sangat sedikit. Dalam perkiraannya, kendaraan listrik hanya membutuhkan pelumas dalam bentuk grease.

Guna menghadapi perubahan tersebut, produsen pembuat pelumas pun mulai bergerak diversifikasi bisnis. Untuk diketahui PT Federal Karyatama, yang menaungi produk pelumas Federal Oil dan kini satu kelompok dengan ExxonMobil, Adrian mengatakan bahwa pihaknya juga tengah mempersiapkan strategi.


"Kalau dari kami, core bisnis kami adalah pelumas. Namun pemakaian pelumas bukan tidak ada, tapi kecil. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menyiapkan infrastruktur di belakangnya," papar Adrian.

"Artinya untuk membuat port, dia punya armada, pakai mobil, fleet, itu yang akan kita lihat bentuknya. Rencana ke depan sudah ada, tetapi belum kami jadikan blue print. Tim kami dari Exxon Mobil sudah memikirkan bagaimana dengan bisnis kami ke depannya." tutup dia. (riar/ruk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed