Rabu, 22 Mei 2019 13:21 WIB

Bahaya Ban Mobil yang Dibakar

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kerusuhan di beberapa titik di Jakarta. Massa turut melakukan aksi membakar ban. Ban mobil yang dibakar ini cukup berbahaya. Mengutip situs BK Tyres, ban yang dibakar akan menghasilkan senyawa beracun.

Ban dibuat lebih dari 200 bahan baku yang berbeda. Yang paling utama adalah karet, ban mobil penumpang biasanya mengandung sekitar 30 jenis karet sintetis dan 8 jenis karet natural. Banyak dari bahan kimia itu mudah terbakar.



Ban melepaskan panas dalam jumlah yang cukup besar ketika dibakar. Tak heran kalau ban yang dibakar bisa menghasilkan senyawa beracun. Ban yang terbakar menghasilkan bahan-bahan berbahaya, termasuk partikulat, karbon monoksida, sulfur oksida (SOx), nitrogen oksida (NOx), volatile organic compounds (VOC), hidrokarbon aromatik polinuklear (PAH), dioksin, hidrogen klorida, hingga logam seperti kadmium, merkuri, kromium, dan vanadium.

Zat kimia itu dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan. Itu termasuk penyakit jantung, masalah pernapasan, dan kanker.



Mengutip laman Less Polution, membakar ban akan melepaskan polutan beracun yang berisiko juga untuk anak-anak. Ratusan polutan beracun timbul akibat ban yang terbakar serta sejumlah besar partikel kecil yang mengendap di paru-paru.

Anak-anak, janin, bayi menyusui, manula, penderita asma, individu yang tertekan kekebalan tubuh semuanya jauh lebih rentan terhadap polutan yang dilepaskan oleh ban yang terbakar. Partikel kecil yang dilepaskan dengan membakar ban memperburuk asma dan dapat menyebabkan penyakit jantung. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed